Diintip detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (11/9/2017) Amsterdam akan menaikkan kualitas pariwisata kota. Caranya dengan menghitung jumlah toko suvenir dengan total kunjungan per tahun.
Saat ini, Amsterdam memiliki 280 toko yang melayani turis di pusat kotanya. Toko-toko ini akan diberi lisensi yang mencegah barang-barang murah merusak ciri khas Amterdam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membutuhkan lebih banyak orang yang benar-benar menghabiskan uang di kota," kata dewan kota, Udo Kock kepada surat kabar Belanda Het Parool.
Seperti dilihat dari The Sun, penduduk setempat percaya bahwa mereka mendapatkan keuntungan dari pusat kota karena akomodasi turis. Tahun depan, rencananya wisatawan akan membayar pajak enam persen atas biaya kamar mereka, naik dari lima persen tahun ini.
"Kami lebih memilih orang-orang yang menginap beberapa malam, mengunjungi museum, menikmati makanan mewah di restoran, dari pada orang-orang yang melewatkan falafel makan malam akhir pekan sambil berjalan-jalan di sekitar Red Light District," ujar Udo Kock.
Pada bulan Mei, Kepala Eksekutif Pemasaran Amsterdam, Frans van der Avert, mengatakan kepada Travel Weekly bahwa turis yang suka menawar dan berburu ke kota-kota seperti Amsterdam, karena mereka hanya melihat Amsterdam sebagai destinasi pesta saja.
Alih-alih membeli tiket ke museum dan makan di restoran bagus, para turis seperti ini malah menghabiskan semua uang mereka untuk alkohol dan makanan cepat saji yang murah. Untuk mencegah hal ini, bahkan dewan kota menghentikan pemasaran pariwisata Amsterdam. Karena memang tak suka dengan gaya turis yang seperti ini.
"Banyak kota bersejarah yang lebih kecil di Eropa semakin hancur oleh pengunjung," kata van der Avert. (aff/msl)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru