Hal itu untuk menghindari kemacetan panjang yang terjadi di jalan utama maupun jalan menuju lokasi wisata. "Candi Borobudur kan dibuka sejak jam 6 pagi itu, nah kami berharap pengunjung bisa bijak dalam memilih waktu kunjungan," jelas Kepala Unit PT Taman Wisata Candi Borobudur (PT TWCB), Chrisnamurti Adiningrum, kepada detikTravel, Senin (18/12/2017).
Ditemui di kantornya, Chrisna menjelaskan bahwa selama ini jalan menuju Candi Borobudur kerap terjadi kemacetan panjang. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan karena pengunjung yang memilih datang pada jam-jam padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan ke Candi Borobudur sendiri saat ini sudah mulai terlihat mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Peningkatan terjadi sejak akhir pekan kemarin.
"Peningkatan sudah sejak akhir pekan kemarin. Ini maju dari biasanya, kalau pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan pengunjung biasanya mendekati pada pertengahan bulan Desember," ungkapnya.
Mayoritas dari pengunjung yang datang ke candi Buddha terbesar di dunia ini adalah para pelajar. Mereka berasal dari berbagai daerah di seputar Pulau Jawa.
"Kalau untuk wisatawan asing, bulan-bulan ini sudah penurunan," kata Chrisna.
Sesuai data yang masuk, peningkatan yang terjadi mampu mencapai 100 persen. Jika pada hari-hari biasa jumlah kunjungan berkisar 3-4 ribu, saat ini mencapai 6 ribu per hari. Ketika akhir pekan, jumlah kunjungan biasanya 10 ribu, saat ini mampu mencapai 15 ribu.
"Pada libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru ini kita menargetkan ada penambahan pengunjung 10 persen dari tahun lalu. Tidak banyak memang, yang penting pengunjung terlayani dengan baik, itu paling utama," jelas Chrisna. (aff/aff)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus