Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 05 Feb 2018 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Rasanya Jadi Tour Guide di Jakarta?

Shinta Angriyana
detikTravel
Foto: Ira yang sedang membawa turis (Shinta/detikTravel)
Jakarta - Profesi pemandu wisata, kebanyakan menjadi profesi sampingan. Namun, ada juga yang menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama, apalagi di Jakarta.

Inilah Ira Lathief (37), seorang pemandu wisata yang juga memiliki agen perjalanan walking tour Jakarta Food Traveler. Tur ini mengajak traveler yang ingin menikmati Jakarta lewat sajian kuliner.

Ira mengaku, sudah bertahun-tahun berprofesi menjadi pemandu wisata. Pada akhirnya, ia juga membuat Jakarta Food Traveler pada Februari 2017 lalu.

Menjadi tour guide, atau pemandu wisata sudah menjadi passion Ira. Dulunya, ia juga sempat menjadi jurnalis,

"Ini sih aku anggap pekerjaan yang emang passionku. Ini panggilan jiwaku, kan aku orang Jakarta, 10 tahun di sini, dan promosi Jakarta wisata juga," ujarnya kepada detikTravel pada akhir pekan kemarin.

Ira juga menuturkan, bahwa profesi ini juga bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari,

"Secara income (pendapatan) juga ini profesi yang potensial. Bisa hidup dengan layak. kita tuh itungannya profesional, berlisensi. Kan tergantung profesi masing-masing ya kalau itu (pendapatan)," tambahnya.

Setiap pekerjaan, pasti ada suka dan duka. Namun Ira menyampaikan bahwa pekerjaan pramuwisata lebih memiliki banyak suka dibanding duka,

"Banyakan sukanya ya. Dukanya ya paling kalau lagi ujan gede susah tuh, pas lagi banjir. Bencana alam kan susah ya," ujarnya.

Tetapi, tidak selamanya perjalanan karir Ira sebagai tour guide berjalan mulus. Bahkan, terkadang ia juga menemui kesulitan seperti sang pemilik tempat tidak memperbolehkan masuk atau lainnya,

"Ya kadang-kadang ada, biasanya ada, biasanya kenalin diri dulu aku guide sebelumnya, mampir sebentar. Aku juga lihat kondisi, kalau tokonya penuh ya aku ga akan masukin tamu. Ya pling aku minta maaf, itu kan sebenarnya kan dia negor juga baik-baik kan, nggak kasar gitu kan. Intinya kan pingin ngenalin," terangnya.

Bahkan, Ira juga punya cerita-cerita lucu. Bukan melulu soal destinasi wisata.

"Kebetulan waktu itu tamunya aku bawa satu, pas udah sampe Kota Tua, aku ngeliat ada gerobak gitu kan. Aku iseng aja ke temenku mau aja, tapi ternyata dia suka. Malah pengalaman baru buat dia," ujarnya.

Hingga saat ini, Ira telah memiliki agen walking tour yang berisi pramuwisata-pramuwisata Indonesia dan diminati wisman maupun wisnus. Turnya pun juga diselenggarakan 2 minggu sekali, dengan antusiasme yang cukup besar.
(sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA