Pemerintah akhirnya menetapkan libur Lebaran 2018 adalah tanggal 11-20 Juni 2018. Ini mencakup 7 hari cuti bersama, 2 hari Idul Fitri dan 1 hari Minggu.
Dengan libur yang makin lama bukan artinya para traveler yang doyan liburan jadi senang. Reaksi mereka justru pro dan kontra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Fix, Libur Lebaran Tahun Ini Jadi 10 Hari |
detikTravel mewawancarai beberapa traveler dr komunitas d'Traveler detikcom. Sebagian senang, sebagian lagi tidak.
"Alhamdulillah seneng liburnya ditambah. Bisa rencanain main ke banyak tempat pas lagi mudik. Bisa silaturahmi ke banyak tempat lagi dari biasanya," kata Risky Nuraeni.
"Sangat setuju karena tiket sudah di tangan, jadi bisa makin lama di kampung halaman tanpa potong jatah cuti," kata Fitriah Annisa Ayta.
Traveler yang PNS tidak kena pengurangan cuti tahunan. Tapi tidak dengan traveler yang menjadi pegawai swasta. Mereka tidak suka jatah cuti berkurang apalagi lewat pengumuman mendadak.
"Aku nggak setuju! Karena cuti tahunan terpaksa terpotong padahal nggak ada rencana berlibur kemanapun. Tiket kereta, bus, pesawat pastinya mahal. Tempat wisata penuh berjubel. Dan pastinya perjalanan darat bakal macet," kata Novi Kusumayanti.
"Padahal kitanya nggak mau cuti, tetap harus dipaksa cuti," kata Catur Nugraha. (bnl/bnl)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru