Melansir Reuters, Jumat (20/4/2018), tren ini terekam di tahun 2015 lalu. Para muda-mudi hingga orang tua Palestina mengikuti tren selfie itu.
Kunjungan ke Al Aqsa dan tak lupa ke Dome of the Rock di Yerusalem memang harus diabadikan. Baik sebagai kenang-kenangan pribadi atau untuk kerabat yang tidak dapat mengunjungi kompleks kuno itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto tulisan tangan berlatar Dome of the Rock (Ammar Awad/Reuters) |
"Kami menganggapnya sebagai memori, karena mungkin kami tidak akan dapat datang lagi di bulan ramadan berikutnya," kata Shorouq, seorang wanita muda dari Tepi Barat.
"Kami selfie berlatar Dome of the Rock!" kata pengunjung lainnya Shahira.
Tren selfie juga populer bagi kalangan orang Yahudi di Temple Mount (sebutan lain Dome of The Rock). Tempat suci Yahudi yang dihancurkan oleh orang-orang Romawi pada tahun 70 Masehi.
Hingga orang tua akan mengabadikan momen yang mereka anggap langka (Ammar Awad/Reuters) |
Hanya sedikit orang Muslim dan Yahudi yang diperbolehkan mengunjungi daerah Al-Haram Asy-Syarif jika terjadi bentrokan. Mereka dilarang berdoa karena dianggap meningkatkan ketegangan beragama di Yerusalem.
BACA JUGA: Wawancara Eksklusif: Pria yang Jalan Kaki ke Palestina
Israellah yang mengontrol akses ke alun-alun Dome of the Rock. Namun, selama bulan ramadan ratusan ribu umat Muslim dari Tepi Barat, Gaza, Israel dan daerah lainnya tetap mengunjunginya dan di minggu pertama tercatat ada 80.000 orang mengunjungi Masjid Al Aqsa.
Foto narsis ini sambil memegang kertas catatan tulisan tangan yang ditujukan kepada oran terdekat.
"Pesan ini untuk saudara dan putranya karena mereka tidak diizinkan masuk ke Yerusalem," kata Ibtisam Thaher, ibu dari kota Ramallah, Tepi Barat.
"Menara Al Aqsa memanggilmu dan berdoa untukmu, Amjad," imbuhnya.
(aff/aff)











































Foto tulisan tangan berlatar Dome of the Rock (Ammar Awad/Reuters)
Hingga orang tua akan mengabadikan momen yang mereka anggap langka (Ammar Awad/Reuters)