Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Mei 2018 08:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Nyata Pria yang 'Terdampar' di Bandara Malaysia 2 Bulan

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Foto: Hassan Al Kontar, traveler Suriah yang terjebak di Malaysia (@Kontar81/Twitter)
Foto: Hassan Al Kontar, traveler Suriah yang terjebak di Malaysia (@Kontar81/Twitter)
Kuala Lumpur - Mungkin di antara traveler ada yang pernah menonton film The Terminal yang dibintangi Tom Hanks. Seperti di film, kisah itu juga dialami seorang pria Suriah.

Adalah Hassan Al Kontar (36), seorang pria berkewarganegaraan Suriah yang yang kisah hidupnya tidak jauh beda dengan di film The Terminal. Mungkin malah lebih miris.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (11/5/2018) Hassan diketahui telah tinggal di Bandara KLIA2 Malaysia selama kurang lebih 2 bulan.

Kisah Hassan itu pun pertama kali diketahui lewat postingan video yang diunggahnya ke laman Twitter pribadinya. Tidak disangka, kisahnya malah viral dan mengundang simpati banyak orang.

Terlahir di negara yang dilanda konflik, membuat Hassan harus mengungsi ke Uni Emirat Arab (UEA). Malang, nasib seakan mempermainkan Hassan.

Hassan bercerita bahwa dirinya sempat dideportasi dari UEA ke Malaysia setelah kehilangan izin kerja, gara-gara paspornya ditolak diperpanjang oleh Kedutaan Suriah di UEA tahun 2016 lalu.

Ia bercerita bahwa dirinya tidak bisa memasuki Malaysia. bahkan usahanya untuk mencapai Kamboja dan Ekuador pun sia-sia.

"Saya terbang ke UEA untuk mencari pekerjaan. Tetapi karena konflik, saya kehilangan izin kerja dan pekerjaan saya di sana. Dan saya telah melarikan diri sejak itu," kata Hassan melalui pesan singkat seperti dilansir dari BBC.

Hassan sempat memutuskan untuk pergi ke Ekuador namun rencananya kandas karena dilarang oleh pihak bandara karena beberapa hal. Ia bahkan telah putus asa karena sulit untuk kembali ke negaranya.

"Saya memutuskan bahwa saya ingin mencoba pergi ke Ekuador. Jadi saya menabung cukup banyak uang untuk membeli tiket pesawat di Turkish Airways. Tetapi untuk beberapa alasan, mereka tidak mengizinkan saya dalam penerbangan dan saya menemukan diri saya kembali ke titik awal," ujarnya.

BACA JUGA: Dari Bandara Terdingin Sampai Bandara Paling Bahagia

Kondisi yang dilematis itu pun membuat Hassan tidak dapat meninggalkan bandara, begitu juga untuk memperoleh izin Visa ke negara lain.

Sehari-hari, Hassan hanya menghabiskan waktunya di bandara. Tidur di bawah tangga dan mandi di toilet bandara jelang malam.

Untuk hidup, Hassan hanya mengandalkan uluran tangan dari staff bandara. Makanan pun disuplai oleh maskapai yang cukup murah hati untuk membantu Hassan.

Di sela waktunya, Hassan RUtin mengunggah video singkat ke laman Twitternya dengan harapan ada pihak yang tergugah untuk membantunya.

"Saya hanya menghitung hari di sini tanpa harapan," ujar Hassan pada video yang diunggahnya 23 Maret 2018 lalu.

Namun, harapan mulai muncul untuk Hassan. Beberapa waktu ini, pihak PBB yang bergerak di bidang pengungsi telah mengontak Hassan dan berupaya melobi pihak Malaysia agar membantu Hassan.

Tidak hanya dari PBB, Hassan juga mendapat bantuan dari sekelompok masyarakat di Whistler, Kanada. Mengetahui kisah Hassan, seorang wanita Kanada asal Whistler yang bernama Laurie Cooper tergerak untuk membantu Hassan dengan mengiriminya uang.

BACA JUGA: Ternyata, Inilah Tempat Paling Banyak Bakteri di Bandara

Lebih lanjut, Laurie beserta teman-temannya tengah berupaya untuk mencarikan tempat tinggal baru bagi Hassan. Antara lain dengan mengundangnya ke Kanada.

"Awalnya kami hanya mencoba untuk menemukan tempat bagi Hassan. Mungkin hal paling sederhana adalah dengan mengundangnya ke sini (Kanada)," ujar Laurie pada media CBC.

Mendapati kabar baik itu, Hassan pun meminta bantuan semua pihak untuk mengabari Menteri Imigrasi Kanada akan persoalan yang tengah dihadapinya lewat video singkat yang diunggahnya.



Saat ini, Hassan pun masih berada di Terminal KLIA2 sambil terus menunggu kabar baik dari Laurie. Semoga saja Hassan bisa segera keluar dari bandara dan melanjutkan hidupnya. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED