Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 23 Jun 2018 20:35 WIB

TRAVEL NEWS

Jangan Ada Lagi ABK Buang Sampah ke Laut!

Afif Farhan
Redaksi Travel
Pengamat pariwisata, Vitria Ariani (dok Istimewa)
Pengamat pariwisata, Vitria Ariani (dok Istimewa)
Jakarta - Baru-baru ini, heboh 2 anak buah kapal (ABK) KMP Kuala Batee 2 membuang sebuah sampah plastik ke laut. Ini tanggapan keras dari pengamat pariwisata.

Dalam video yang viral tersebut, terlihat dua orang pria di atas kapal berbincang di salah satu sudut dek. Kemudian, salah satu ABK membuang kantong plastik hitam besar berisi sampah dari dek kapal ke laut. Diketahui, rute kapal tersebut berangkat dari Bangka menuju Palembang.

"Sehubungan dengan beredarnya video crew yang membuang sampah ke laut di KMP Kuala Batee 2 rute Bangka-Palembang, dengan sangat menyesal kami menyatakan bahwa memang benar awak tersebut adalah karyawan kami. Untuk itu, kami mohon maaf atas kejadian ini," ujar Imelda Alini, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia.

BACA JUGA: Duh! ABK Kapal Feri Buang Sampah ke Laut, PT ASDP Akui Kesalahan

PT ASDP sudah meminta maaf dan menindak tegas ABK tersebut. Menurut pengamat pariwisata, Vitria Ariani, membuang sampah ke laut mempunyai efek yang panjang. Efek yang buruk dan bisa merusak citra pariwisata Indonesia.

"Kalau buang sampah ke laut, tidak hanya keindahan panorama yang rusak, tapi biota laut sebagai produk unggulan atau atraksi wisata juga bisa rusak," paparnya kepada detikTravel, Sabtu (23/6/2018).

Pengamat pariwisata Vitria ArianiPengamat pariwisata Vitria Ariani (dok Istimewa)


Wanita yang akrab di sapa Ria itu menjelaskan, Kementerian Pariwisata sendiri mempunyai suatu gerakan bernama Sapta Pesona. Di dalamnya ada beberapa poin untuk mengembangkan dan menjaga pariwisata Indonesia, salah satunya soal kebersihan.

"Pariwisata kita mengacu pada Sapta Pesona itu, yang mana salah satunya kebersihan baik di darat atau di laut. Indonesia adalah Negara Maritim yang sangat indah lautnya, sangat disayangkan kalau rusak gara-gara sampah," papar Ria yang juga pendiri Binus University Cultural and Tourism Research.

Lantas, bagaimana solusinya?

"Begini, pariwisata akan menjadi sektor unggulan di tahun 2019. Maka dari itu, dibutuhkan semua elemen untuk membangun pariwisata dengan sadar wisata. Sadar wisata itu tidak hanya oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) atau tugasnya Kementerian pariwisata, tapi harus dilakukan oleh semua orang," tegasnya.

Dengan melakukan sadar wisata, menurutnya pariwisata Indonesia bakal bisa lebih terjaga dan malah bersaing dengan negara lain. Sadar wisata harus dilakukan semua pihak, tidak hanya pada mereka yang bersinggungan langsung dengan pariwisata.

"Contoh, seperti ABK yang membuang sampah ke laut itu mungkin tidak ada hubungannya dengan pariwisata. Namun jika mereka sudah sadar wisata, mereka sadar kalau pariwisata itu penting yang juga bisa sebagai pendapatan, maka mereka tidak akan membuang sampah ke laut. Karena mereka tahu, kalau laut rusak nanti tidak ada yang datang," tuturnya.

Soal ABK yang buang sampah ke laut pada Bangka-Palembang yang jadi viral, Ria mengapresiasi PT ASDP yang sudah memberikan teguran. Ke depannya, dia berharap aturan untuk tidak membuang sampah ke laut lebih digalakkan.

"Pariwisata itu intinya kerjasama semua pihak, dari hulu ke hilir," tutup wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata.



Tonton juga video tentang 'Inkubator Bisnis Permata Bunda Yang Membekali Pengetahuan Berwirausaha Untuk Para ABK':

[Gambas:Video 20detik]

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED