Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jun 2018 21:30 WIB

TRAVEL NEWS

Beli Barang Palsu di Pantai Italia, Bisa Didenda Rp 100 Juta

Kurnia Yustiana
detikTravel
Foto: Ilustrasi pedagang di kawasan pantai Italia (Andreas Solaro/AFP)
Roma - Tak jarang ada pedagang yang menjual barang fashion ataupun suvenir di pantai. Nah kalau di pantai Italia, jangan beli barang branded palsu, bisa kena denda!

Traveler yang liburan di Italia, terutama yang berkunjung ke pantainya, hati-hatilah saat membeli suvenir serta barang fashion yang ditawarkan pedagang kaki lima. Mulai musim panas tahun ini akan berlaku aturan baru, di mana pembeli barang palsu bisa dikenai denda.

Dilihat detikTravel dari Lonely Planet, Rabu (27/6/2018), pemerintah setempat tengah menginisiasi peraturan baru, yang disebut sebagai 'safe beaches'. Pedagang yang kedapatan menjual barang branded palsu di pantai, seperti aksesoris, tas, celana, sepatu, hingga topi akan dikenai denda antara 2.500 Euro (Rp 41 juta) dan 15.500 Euro (Rp 256 juta). Barangnya pun bakalan disita.

BACA JUGA: Pantai di Italia Ini Populer Gara-gara Banyak Kucing

Sedangkan traveler yang membeli barang palsu, bisa kena denda yang tidak sedikit, yaitu mencapai 7.000 Euro (Rp 115 juta). Diharapkan dengan adanya kebijakan ini maka perdagangan barang palsu di Italia bisa berkurang.

Seperti diberitakan Telegraph, pedagang barang palsu di Italia kebanyakan adalah pendatang dari Afrika Barat dan Bangladesh. Mereka disebut menghindari pembayaran pajak selayaknya barang branded asli yang dijual di Italia.

Asosiasi Confesercenti memperkirakan perdagangan barang palsu di Italia bernilai 22 miliar Euro per tahun, dengan otoritas pajak kehilangan pemasukan pajak hingga miliaran Euro.

Dikutip dari The Local Italia, sejak tahun 2017 sudah ada lebih dari 500 ribu barang fashion branded palsu yang disita otoritas setempat. Ke depannya peraturan larangan penjualan barang palsu di pantai pun akan meluas ke daerah yang menjadi hub produksi barang palsu, seperti kota Naples dan Prato. (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA