Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Jul 2018 13:10 WIB

TRAVEL NEWS

Alamak, Bandara Soekarno-Hatta Juara Ngaret di ASEAN

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Ramainya pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Rengga Sancaya/detikTravel)
Ramainya pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Rengga Sancaya/detikTravel)
Jakarta - Bandara Soekarno-Hatta disebut paling ngaret nomor 3 di dunia. Di ASEAN, juara satu paling ngaret. Duh!

Catatan merah ini adalah penilaian dari perusahaan penilai aviasi asal Inggris yaitu OAG. OAG menilai 513 bandara di seluruh dunia dari Juni 2017 sampai Mei 2018.

Dilihat detikTravel dari situs OAG, Jumat (6/7/2018) Bandara Soekarno-Hatta masuk di posisi paling buruk di ASEAN untuk urusan ketepatan waktu. Namun memang dari 10 negara ASEAN, OAG hanya menilai 5 negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam saja.

Jumlah bandara dari setiap negara yang dinilai pun tidak sama. Apakah ini penilaian yang adil? Tentu itu masih bisa diperdebatkan. Penelusuran detikTravel, ada 24 bandara dari 5 negara ASEAN yang dinilai. Indonesia hanya diwakili Soekarno-Hatta dan nilainya paling buruk.

BACA JUGA: Waduh! Bandara Soekarno-Hatta Masuk Daftar Paling Ngaret Sedunia

Tonton juga video 'Menhub: On Time Performace Bandara Soeta di Atas 77%'

[Gambas:Video 20detik]


Bandara Soekarno-Hatta cuma mendapat nilai Annual On Time Performance hanya 58,5 persen dan berpredikat bintang 1. Kepadatan lalu lintas pesawat mencapai 490.585 penerbangan dalam setahun. Jauh lebih sibuk dari Bandara Changi, Singapura atau Suvarnabhumi, Thailand.

Bandara paling tepat waktu di ASEAN adalah U Tapao di Thailand dengan OTP 87,5 persen tapi hanya melayani 10.615 penerbangan setahun. Berikut adalah peringkat paling buruk soal ketepatan waktu di 24 bandara ASEAN:

1. Soekarno-Hatta, Indonesia (58,5 persen dari 490.585 penerbangan)
2. Puerto Princesa, Filipina (58,6 persen dari 13.341 penerbangan)
3. Tacloban, Filipina (62,9 persen dari 10.506 penerbangan)
4. Manila Ninoy Aquino International Filipina (63,9 persen dari 262.641 penerbangan
5. Davao, Filipina (65,7 persen dari 27.257 penerbangan)
6. Cebu, Filipina (65,7 persen dari 92.261 penerbangan)
7. Kuala Lumpur International Airport, Malaysia (66,4 persen dari 391,799 penerbangan)
8. Cagayan de Oro, Filipina (67,4 persen dari 17.383 penerbangan)
9. Bacolod, Filipina (67,9 persen dari 12.684 penerbangan)
10. Ilo-Ilo, Filipina (68,9 persen dari 17.288 penerbangan)
11. Angeles/Mabalacat, Filipina (71,3 persen dari 17.574 penerbangan)
12. Sandakan, Malaysia (71,3 persen dari 9.340 penerbangan)
13. Tawau, Malaysia (71,9 persen dari 12.253 penerbangan)
14. Kota Kinabalu, Malaysia (72,3 persen dari 67,699 penerbangan)
15. Bangkok Suvarnabhumi International, Thailand (72,5 persen dari 350.671 penerbangan)
16. Labuan, Malaysia (74 persen dari 8.372 penerbangan)
17. Sibu, Malaysia (75,2 persen dari 16.990 penerbangan)
18. Miri, Malaysia (75,9 persen dari 32.125 penerbangan)
19. Kuching, Malaysia (78,6 persen dari 46.299 penerbangan)
20. Bangkok Don Mueang International, Thailand (79,9 persen dari 252.906 penerbangan)
21. Changi, Singapura (80,3 persen dari 362.900 penerbangan)
22. Bintulu, Malaysia (80,3 persen dari 10.643 penerbangan)
23. Ko Samui, Thailand (85,9 persen dari 31.057 penerbangan)
24. U Tapao, Thailand (87,5 persen dari 10.615 penerbangan)

Alamak, Bandara Soekarno-Hatta Juara Ngaret di ASEAN


(fay/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED