Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 26 Jul 2018 20:45 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar Dukung Festival Cross Border Atambua 2018

Moch Prima Fauzi
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Untuk memperkuat sektor pariwisata Indonesia hingga ke perbatasan, Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung festival Cross Border Atambua 2018. Ia mengajak masyarakat lokal dan mancanegara untuk hadir dalam event tersebut.

"Menjaring wisatawan di daerah perbatasan adalah langkah yang baik. Potensi kehadiran mereka sangat tinggi. Apalagi jika disuguhan dengan atraksi yang luar biasa dan mereka kenal. Kali ini Cross Border Atambua disuguhkan dengan atraksi musik berkualitas dan sudah dikenal. Apalagi musisi dari negara tetangga juga terlibat. Saya yakin event ini akan sukses. Ayo datang ke Atambua," kata Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (26/7/2018).


Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, festival Cross Border Atambua 2018 adalah agenda tahunan. Festival ini merupakan hasil kerja sama Kemenpar dan Dinas Pariwisata setempat. Hiburan yang terselenggara berupa konser musik dan seni kebudayaan.

"Festival Cross Border Atambua 2018 adalah agenda tahunan Kementerian Pariwisata yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu. Acaranya berbentuk konser musik dan pertunjukan seni budaya," terang Pitana.

Dia melanjutkan, tujuan digelarnya event ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya negara tetangga.

"Kita ingin meningkatkan kunjungan wisman, khususnya pasar Timor Leste lewat pos-pos pintu perbatasan. Khususnya yang ada di NTT lewat 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Yaitu PLBN Mota'ain di Belu, PLBN Motamasin Malaka, dan PLBN Wini di Timor Tengah Utara. Juga lewat 6 PLB," papar Pitana.

Hal itu diamini Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu Yohanes Andes Prihatin yang juga mengatakan, selain bisa menjaring wisatawan mancanegara festival Cross Border Atambua 2018 juga turut mengenalkan potensi budaya Atambua.

"Event ini bukan hanya soal musik. Ada kegiatan budaya yang juga ditampilkan. Oleg sebab itu, festival Cross Border Atambua 2018 adalah sarana tepat untuk mengenalkan budaya Atambua dan Belu," paparnya.

Sedangkan Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani menambahkan, dari dua hari pelaksanaan Festival Cross Border Atambua 2018, ditargetkan akan ada sebanyak 1000 orang yang hadir dalam event tersebut.

"Rinciannya, dalam sehari bisa masuk 300 wisman di PLBN Mota'ain, 100 di PLBN Motamasin, dan 100 di PLBN Wini. Jadi dalam dua hari pelaksanaan, bisa mencapai 1.000. Kita optimis target ini bisa terpenuhi. Karena, musisi yang tampil sudah punya nama," katanya.


Dijelaskannya, Festival Cross Border Atambua 2018 juga sesuai dengan Nawa Cita ke-3 Presiden Joko Widodo karena memperkuat wilayah pinggiran. "Event ini sesuai dengan nawa cita ke-3. Yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," paparnya.

Di sisi lain, Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I, Hendry Noviardi, menegaskan jika festival cross border selalu memiliki daya tarik bagi wisatawan dan dipadati banyak wisatawan.

"Kemasan festival cross border selalu mempunyai daya tarik. Sehingga wisatawan datang dalam jumlah besar. Unsur atraksi yang menarik dan jarak yang tidak terlalu, menjadi alasan wisatawan cross border selalu memadati event seperti Festival Cross Border Atambua 2018 ini," katanya.

Festival Cross Border Atambua 2018 rencananya akan digelar selama dua hari. Yaitu 27-28 Juli 2018. Acaranya terpusat di Lapangan Simpang Lima Kota Atambua, Belu, NTT. Event ini dimeriahkan oleh vokalis band Cokelat, Kikan, serta musisi Timor Leste, Ego Lemos. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA