"Kadang kita harus lihat negara lain untuk menggembangkan dan mengelola desa wisata," kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani kepada detikTravel baru-baru ini di Lantai 12 Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Ria, begitu akrabnya disapa bertanya balik, kira-kira negara mana yang desa wisatanya bagus. Di pikiran saya, terlintas Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Inti dari Desa Wisata Adalah Manusianya
"Iya, Jepang memang negara maju dan modern. Robot saja sudah ada di sana, tapi menariknya mereka benar-benar menjaga desa-desa mereka dan segala kebudayaan di dalamnya. Itu pun dikemas menjadi suatu destinasi desa wisata," papar wanita yang juga pendiri Binus University Cultural and Tourism Research tersebut.
Desa-desa wisata di Jepang sudah menjadi destinasi wisata tujuan turis (Kurnia Yustiana/detikTravel) |
Apa rahasianya Jepang bisa seperti itu?
"Komitmen. Jepang bisa seperti itu karena komitmennya, dari masyarakat, pemerintah-pemerintah daerah, kementerian terkait dan negaranya. Komitmen itulah yang menjaga culture mereka dan desa-desanya," papar Ria.
Jepang begitu menjaga budaya dan desa-desa wisatanya (CNN Travel) |
Sebenarnya tidak hanya Jepang. Negara-negara maju di Eropa seperti Inggris dan lainnya juga menjaga desa mereka sebaik mungkin. Demi menjaga kebudayaan, serta menjadikan destinasi wisata yang tentu saja mendatangkan uang.
"Di desa itu ada nilai-nilai kehidupan dan harus dijaga. Ketika kita bisa berkomitmen dan tidak setengah-setengah, desa-desa wisata kita bisa kok sekeren di luar negeri sana," tutup Ria.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani (dok Istimewa) |












































Desa-desa wisata di Jepang sudah menjadi destinasi wisata tujuan turis (Kurnia Yustiana/detikTravel)
Jepang begitu menjaga budaya dan desa-desa wisatanya (CNN Travel)
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani (dok Istimewa)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh