Harapan Baru Pariwisata Lombok Lewat Festival Senggigi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harapan Baru Pariwisata Lombok Lewat Festival Senggigi

Harianto - detikTravel
Kamis, 06 Sep 2018 17:44 WIB
Harapan Baru Pariwisata Lombok Lewat Festival Senggigi
Foto: Festival Pesona Senggigi (Istimewa/Ahkam)
Lombok - Festival Senggigi akan kembali digelar di Lombok. Dengan diadakannya festival itu, diharapkan dapat kembali membangkitkan pariwisata di sana.

Senggigi adalah salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Lombok, bahkan menjadi kawasan primadona utama para turis mancanegara dan lokal. Pasca masa tanggap darurat bencana gempa bumi, wisata Senggigi diharap bangkit kembali.

Akibat bencana gempa yang mengguncang Lombok, sejak Senin (6/8/2018) lalu kawasan wisata Senggigi sepi seperti tak berpenghuni. Ribuan wisatawan mancanegara dievakuasi untuk segera meninggalkan Senggigi bersamaan dengan evakuasi wisatawan di tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Senggigi dinilai sebagai kawasan wisata yang paling representatif karena menyediakan berbagai fasilitas kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Fauzan Akbar, Manajer Pemasaran Kila Hotel Senggigi, merasakan betul beda jauh masa sebelum dan sesudah gempa bumi melanda Lombok Barat, tingkat hunian di hotelnya turun drastis.

"Sekarang ini mestinya high season. Tahun lalu di bulan-bulan ini kita sudah full booking. Sekarang tingkat hunian cuma 50 persen saja. Itu pun yang rata-rata menginap adalah relawan," tutur Akbar kepada detikTravel, Kamis (6/9/2018).

Kondisi lebih parah dirasakan oleh manajemen Hotel Aruna. Hotel dengan kapasitas mencapai 143 kamar, saat ini terpakai hanya 5 kamar.

"Bayangkan, cuma 3 persen saja," keluh Sofyan Hadi, seorang senior sales eksekutif di hotel tersebut.

Menyikapi hal itu, Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata, berinisiatif untuk menggelar lagi event tahunan Festival Pesona Senggigi.

"Gelaran event ini juga untuk menyuarakan kita sudah bangkit. Kita ingin wisatawan Nusantara maupun mancanegara tahu bahwa Senggigi sudah pulih," ujar Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Lombok Barat, Sumarto.

Festival tersebut akan digelar pada tanggal 1-2 Oktober nanti. Untuk kali ini, Pemkab Lombok Barat mengusung tema Rowah Asuh Gumi Paer. Salah seorang anggota Dewan Kesenian Lombok Barat, Lukman, menjelaskan makna tema tersebut.

"Festival kali ini menjadi ritual ruwatan bumi agar Allah SWT senantiasa memberi perlindungan dan memelihara bumi Lombok Barat," paparnya.

Kesenian tradisional Lombok, tarian Gendang Beleq (Ditok Sade/Istimewa)Kesenian tradisional Lombok, tarian Gendang Beleq (Ditok Sade/Istimewa)
Di festival kali ini, tambah Lukman, akan digelar pagelaran tari, lomba gendang beleq, pentas musik amal, dan pagelaran kesenian daerah lainnya.

"Bahkan kita akan menyelenggarakan juga trauma healing," jelas Lukman.

Fauzan Akbar menyambut baik komitmen Pemkab Lombok Barat. Lebih jauh, manajer pemasaran Kila Hotel itu meminta agar Pemkab bisa segera membersihkan puing-puing bangunan yang menuju destinasi wisata.

"Secara psikis, kita ingin tidak ada lagi bekas-bekas gempa yang menimbulkan trauma itu," ujarnya.

Berikutnya, ia meminta Pemkab Lombok Barat untuk segera memperbaiki fasilitas umum di area destinasi wisata.

"Hal tersebut bisa dilakukan selain dengan melakukan promosi," ungkapnya. (krn/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads