Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Sep 2018 07:25 WIB

TRAVEL NEWS

Polemik Peternakan Ayam, Geopark Diklaim Tidak Anti Investasi

Usman Hadi
Redaksi Travel
Ilustrasi Geopark Gunung Sewu (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)
Ilustrasi Geopark Gunung Sewu (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)
Gunungkidul - Dinas Pariwisata Gunungkidul menyebut kawasan Geopark Gunung Sewu tak anti investasi. Maksudnya kurang lebih seperti ini.

"Sebenarnya begini, geopark itu kan tidak anti investasi. Geopark juga tidak anti pembangunan," kata Sekretaris Dispar Gunungkidul Hary Sukmono saat dihubungi wartawan, Rabu (129/2018).

"Jadi bagaimana caranya kita bisa menghadirkan investasi dan pembangunan itu, dengan tetap menjaga norma atau kaidah geopark. Ada konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Hary mengatakan, apabila pengusaha mematuhi kaidah konservasi, edukasi, dan kesejahteraan masyarakat, maka tidak menjadi masalah usahanya dijalankan di kawasan geopark. Sekalipun itu peternakan ayam.

"Sehingga kita tidak ada pertentangan antara investasi, kemudian dengan pembangunan-pembangunan yang lain. Sebatas itu memenuhi kaidah-kaidah regulasi-peraturan yang ada," ungkapnya.

Terkait pembangunan peternakan ayam di Pacarejo yang menjadi polemik, kata Hary, hal tersebut karena perusahaan tersebut belum memiliki IMB dan dokumen Amdal. Bukan karena Geopark Gunung Sewu tertutup untuk investasi.

"Kalau tata ruang sudah oke, berarti di situ harus ada izin yang lain, misalnya Amdal yang itu nanti keluar izin lingkungan. Nah, dari izin lingkungan ini kita bisa tahu seperti sih potensi dampak yang dihasilkan," ucapnya.

"Nanti dampaknya (limbah peternakan ayam) sampai di mana, ini kan para ahli nanti yang bisa melihat dengan skala-skala tertentu dan aktivitas tertentu yang terlihat di dokumen Amdal nanti," pungkas Hary. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED