Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Sep 2018 09:27 WIB

TRAVEL NEWS

Walhi: Ada Potensi Punahnya Hewan Endemik di Geopark Gunung Sewu

Usman Hadi
detikTravel
Foto: Geopark Gunung Sewu (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)
Foto: Geopark Gunung Sewu (Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)
Gunungkidul - Peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul menuai kontroversi. Limbah peternakan ayam bisa mengancam hewan endemik di sungai bawah tanah.

20 hektar peternakan milik PT Widodo Makmur Unggas di Pacarejo, Semanu, Gunungkidul menuai polemik. Penyebabnya karena peternakan tersebut berada di kawasan Geopark Gunung Sewu yang diakui UNESCO.

Tak hanya itu, limbah dari peternakan ayam itu dikhawatirkan merusak ekosistem geopark. Juga dikhawatirkan terjadi pencemaran sungai-sungai bawah tanah yang berada di Geopark Gunung Sewu yang lokasinya tepat di bawah tanah peternakan itu.

"Ada potensi pencemaran dan punahnya hewan endemik yang ada di sungai bawah tanah yang ada Gunung Sewu," kata Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta Halik Sandera saat dihubungi detikTravel, Kamis (13/9/2018).

Hewan endemik merupakan hewan alami yang mendiami suatu wilayah. Bisanya hewan tersebut tidak bisa ditemukan di daerah lain, hanya berada di kawasan tersebut.

Menurut Halik, hadirnya peternakan ayam di kawasan geopark jelas menjadi ancaman atas keberadaan hewan endemik di Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul. Sebab, sangat mungkin terjadi perubahan ekosistem di lokasi peternakan.

"Ada mas (hewan endemik di sungai bawah tanah Geopark Gunung Sewu). Saya dulu dapat informasi dari LIPI, itu karst Gunung Sewu punya hewan endemik," ucapnya.

"Ada potensi (limbah peternakan ayam) mengganggu sistem dan bisa jadi kemudian terjadi kepunahan endemik yang ada di sungai bawah tanah Gunung Sewu," pungkas Halik. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED