Berkaca dari pengalaman beberapa bulan lalu saat terjadi peristiwa bencana gempa bumi, sejumlah pelaku pariwisata di Lombok Timur, terutama guide dan porter menyadari akan pentingnya pemahaman dasar tentang bagaimana sikap dan tindakan apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi bencana alam.
Hal itu diungkapkan Zainul Fadli (47) Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Lombok Timur, NTB. Menurut dia, para pelaku wisata perlu diberikan pelatihan mitigasi bencana terutama para guide dan porter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesadaran akan pentingnya pengetahuan mitigasi bencana, menurut Fadli bermula dari pengalamannya ketika terjadi gempa bumi beberapa waktu yang lalu.
Fadli menuturkan, malam saat terjadinya gempa bumi pada 5 Agustus lalu, dirinya sedang menangani wisatawan untuk membicarakan rencana tour yang akan dilakukan di salah satu homestay yang ada di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.
"Kami hanya berteriak mengatakan gempa bumi dan menyuruh tamu keluar dari kamar penginapan. Itu saja yang bisa kami lakukan kami tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan," tuturnya.
Menanggapi persoalan itu, dikonfirmasi detikTravel, Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas di Dinas Pariwisata Lombok Timur, Ahyak Mudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi dari pelaku wisata kepada Kementerian Pariwisata.
"Sudah diprogramkan oleh kementerian, cuma timingnya belum ditentukan," ujar Mudin.
Dikatakan Mudin, usulan pihaknya ke Kemenpar itu nanti bentuknya program berupa pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana dan peningkatan kompetensi. (rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru