Casa Living Senayan, sebuah hotel baru di sekitar Senayan menawarkan konsep baru buat traveler. Meja resepsionis di area lobi hotel dihilangkan. Berganti dengan coffee shop sekaligus co-working space yang kekinian.
Robin Samuel, Owner Casa Living Senayan mengungkapkan, hotelnya memang menyasar ke kalangan business traveler yang berkegiatan di kawasan Senayan dan sekitarnya. Hotel ini justru penuh saat weekdays karena banyaknya aktivitas di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Es kopi jadul andalan Casa Kopi (Wahyu/detikTravel) |
"Banyak tamu saat Asian Games, panitia. Saat Konser Guns n Roses, banyak yang dari luar kota menginap di sini. Saat ada Jakarta Fashion Week, Inacraft juga penuh," imbuh Robin.
Banyaknya perkantoran di kawasan Senayan juga jadi pasar yang menjanjikan. Para karyawan yang ada meeting pagi, mereka ada yang memilih menginap di Casa Living Senayan daripada bolak-balik pulang ke rumah yang bisa memakan waktu sampai 2-3 jam lamanya.
Ada juga beberapa traveler yang memilih longstay, sekitar 1-2 bulan di hotel ini. Tingkat okupansinya pun cukup baik, di atas 80%.
Traveler umum alias yang tidak menginap di Casa Living boleh saja nongkrong di coffee shop Casa Kopi atau di Atap Rumah Cafe. Jam bukanya dari 08.00 pagi sampai 22.00 WIB.
"Awalnya banyak teman, warga sini, tetangga kantor, pas jam makan siang datang. Kita bisa terima umum buat lunch dan makan malam. Tapi kalau untuk breakfast, kita utamakan tamu hotel dulu," tambah Robin.
Dari area rooftop Atap Rumah Cafe, traveler bisa menikmati pemandangan indah gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Asyik buat nongkrong pokoknya.
"Kalau malam pemandangannya luar biasa. View Jakarta dari sini bisa kelihatan 180 derajat. Kita bisa memandang gedung-gedung yang berwarna-warni. Cakep banget," tutup Robin.
Area rooftop Atap Rumah Cafe (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel) |











































Es kopi jadul andalan Casa Kopi (Wahyu/detikTravel)
Area rooftop Atap Rumah Cafe (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030