Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Nov 2018 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Orang Wakatobi Tentang Perut Bangkai Paus Penuh Sampah

Afif Farhan
detikTravel
Isi perut bangkai paus sperma di Wakatobi (dok. istimewa)
Isi perut bangkai paus sperma di Wakatobi (dok. istimewa)
Kapota - Baru-baru ini, heboh penemuan bangkai paus sperma di Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang isi perutnya penuh sampah. Begini tanggapan masyarakat setempatnya.

Seekor paus sperma mati terdampar di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Bukan hanya mati, ditemukan juga sampah-sampah plastik yang ada di perut paus sperma tersebut. Berita ini pun viral dan menarik perhatian banyak orang.

Didin, salah seorang guide dari Patuno Resort di Pulau Wangi-wangi, Wakatobi yang juga masyarakat setempat menuturkan cerita tentang penemuan bangkai paus tersebut. Awalnya, ditemukan nelayan di lautan lepas.

"Itu ditemukan nelayan di lautan lepas, lalu ditarik ke Pulau Kapota. Sudah mati saat ditemukan," terang Didin kepada detikTravel, Kamis (22/11/2018).

BACA JUGA: Perut Bangkai Paus Penuh Sampah, Masih Mau Buang Sampah ke Laut?

Pulau Kapota sendiri masuk dalam bagian Wakatobi. Di sekitar Pulau Kapota, wisatawan dapat melihat lumba-lumba di pagi hari. Tapi, apakah memang ada habitat paus di sana?

"Tidak, tidak ada habitat paus. Memang ada nelayan atau masyarakat yang melihat paus, tapi bisa dipastikan paus-puas itu sedang migrasi karena faktor pergantian musim. Bisa dari Australia atau Samudera Pasifik sepertinya. Namun yang pasti, tidak ada habitat paus di Wakatobi," terang Didin.

Isi perut bangkai paus yang penuh sampah (dok Istimewa)Isi perut bangkai paus yang penuh sampah (dok Istimewa)
Didin melanjutkan, bangkai paus langsung dibawa ke pesisir pantai untuk dibelah. Sebab menurutnya, di dalam perut paus terdapat gas metana yang bisa meledak kapan saja.

"Paus yang sudah mati harus dibelah secepatnya sebelum meledak. Saat dibelah itulah, orang-orang menemukan banyak sampah di dalamnya. Banyak sekali itu dari plastik, sandal, botol dan lain-lain," tutur Didin.

Sebenarnya, paus yang terdampar di Wakatobi sudah terjadi beberapa kali. Kebanyakan karena terjebak arus pasang surut, namun masih bisa diselamatkan masyarakat Wakatobi.

(dok Istimewa)(dok Istimewa)
Untuk kejadian paus yang terdampar dan mati, dengan isi perut bangkai sampah menurut Didin baru pertama kali. Dia berpesan kepada siapa saja, untuk tidak membuang sampah ke laut.

"Sampah kalau dibuang ke laut tidak akan terurai. Akan terus berada di permukaan dan dimakan oleh ikan-ikan sampai paus. Tolong jangan buang sampah ke laut," pungkasnya. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED