Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Des 2018 20:30 WIB

TRAVEL NEWS

Pemuteran Bay Festival 2018 Turut Mendukung Konservasi Terumbu Karang

Akfa Nasrulhak
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Selain beragam atraksi hiburan, gelaran Pemuteran Bay Festival (PBF) 2018 juga turut mendukung konservasi alam seperti terumbu karang. Menurut Kelian Desa (Kepala Desa) Pakraman Pemuteran Ketut Wirdika mengatakan, masyarakat terlibat aktif dalam pelestarian terumbu karang.

"Ada banyak sisi terbaik dari PBF 2018. Selain berbagai pertunjukan seni dan budaya, empati publik atas nasib lingkungan juga terus dibangkitkan dan menjadi branding terbaik dari festival ini untuk mengangkat Desa Pemuteran dan provinsi Buleleng. Kita semua terus diajak melestarikan lingkungan terutama terumbu karang," ungkap Wirdika, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/12/2018).

Wirdika menjelaskan proses penanaman dilakukan dengan mengembangkan teknologi Biorock. Metodenya dengan penanaman terumbu karang dalam sebuah struktur besi. Logam ini lalu dialiri arus lemah 3,8-12 volt hingga mineral larut tertarik dan membentuk karang. Menariknya, kerangka ini berbentuk beragam jenis patung.

Menurutnya, aktivitas ini sudah berlangsung lama. Masyarakat memiliki filosofi 'Coral Reef Reborn Pemuteran, Bali'. Ia mengatakan, program ini mendapatkan apresiasi sehingga menjadi runner up di United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Kategorinya, Innovation in Non Govermental Organization. Teknologi Biorock ini juga berada dalam urutan 7 kategori Top 10 Lonely Planet Terbaik Asia 2016.

"Kami menyadari semuanya. Alam ini harus dirawat dengan baik. Terumbu karang harus dijaga dan terus dikembangkan. Kawasan ini bisa diekplorasi sebagai destinasi wisata. Terumbu karang ini juga bisa memiliki nilai ekonomi tinggi melalui ikannya," ujarnya.


Wirdika menambahkan, konservasi alam memiliki tujuan untuk mewujudkan kelestarian. Selain itu juga menjadi garansi keseimbangan ekosistem.

"Konservasi alam selalu memberikan manfaat, baik edukatif maupun pengembangan pengetahuan. Dan, konservasi juga menjadi hidrologis bagi banyak pendukung kehidupan. Selain menjaga stabilitas iklim, konservasi juga menghadirkan lingkungan sehat," lanjutnya.

Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menerangkan, ada banyak keuntungan yang diterima bila konservasi alam berjalan mulus.

"PBF 2018 ini event luar biasa. Manusia dan alam menyatu menjadi satu. Unsur seni dan budaya sakral Bali disatukan dengan konsep konservasi alam terbaik. Hasilnya, ada banyak pengetahuan yang didapat oleh para pengunjungnya," kata Ni Wayan.

Ia menerangkan, pelestarian alam ini pun akan merangsang rehabilitasi terumbu karang. Imbasnya, wisatawan akan terus berdatangan ke Buleleng.

"Terumbu karang ini aset besar, khususnya bagi industri pariwisata. Kalau terumbu karang sehat dan bagus, ada aliran income besar yang dihasilkan melalui aktivitas pariwisata. Kami optimistis, terumbu karang di Pemuteran akan terjaga lestari," terang Giri Adnyani lagi.


Sementara itu menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap event PBF 2018 ini bisa terus konsisten dari tahun ke tahun untuk menarik wisatawan.

"Karena dengan konsisten dan jelasnya tanggal pelaksanaan, ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk terus datang ke festival ini," ujar Agus.

Kampanye lingkungan versi PBF 2018 ini pun diapresiasi oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

"Bali ini memiliki segalanya. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas serba luar biasa. Kondisi ini semakin sempurna dengan budaya sehat melalui upaya pelestarian lingkungan. Konsep ini benar-benar menjadi pengalaman terbaik," tutupnya. (prf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED