Seperti yang diutarakan oleh co-founder dan pemilik Pearl of Papua, Yayu Yuniar, hal tersebut terjadi semalam, Rabu (2/12) saat kapal hendak menuju Sorong dari Waisai. Dalam perjalanan sekitar pukul 19.30 WIT, komplotan pencuri mengambil 2 speed boat beserta beberapa barang lainnya.
"(Kehilangan) 2 speed boat, 3 engines, serta tanki bahan bakar," ujar Yayu kepada detikTravel, Kamis (3/1/2019)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkiraan kerugian Rp 500 juta, namun yang memprihatinkan adalah faktor keamanan dan risiko keselamatan penumpang dan citra pariwisata Raja Ampat," tambahnya.
Sebelumnya, Kapolres Raja Ampat AKBP Eddy Setyanto membenarkan ada pengaduan dari Pearl of Papua. Polisi kini mendalami laporan tersebut, namun tidak mau buru-buru menyimpulkan terjadi pencurian kapal.
"Kapal tersebut sampai saat ini juga tidak berada di Waisai, Raja Ampat. Dugaan sementara bisa juga dicuri orang, hilang karena hanyut atau tenggelam, kita sedang selidiki," kata Kapolres Raja Ampat AKBP Eddy Setyanto saat dihubungi detikTravel.
(sna/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru