Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Jan 2019 17:50 WIB

TRAVEL NEWS

Waspada! Gunung Rinjani Diguyur Hujan Deras dan Angin Berjam-jam

Tim detikcom
detikTravel
Ilustrasi Gunung Rinjani Lombok (Shutterstock)
Ilustrasi Gunung Rinjani Lombok (Shutterstock)
Mataram - Hujan deras disertai angin kencang mendera kawasan kaki Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sejak Sabtu (26/1). Keadaan ini berlangsung berjam-jam.

Rosidin, warga Sembalun Lawang, mengatakan warga memilih berlindung di dalam rumah masing-masing, seperti dilansir Antara, Senin (28/1/2019). Tak ada yang keluar rumah selama hujan dan angin kencang.

"Seharian terus dilanda hujan deras dan angin kencang, paling jeda 20 menit kemudian hujan deras dan angin kencang lagi, yang bisa sampai lima jam-an," katanya saat dihubungi Antara dari Mataram.

Warga Sembalun di Gunung Rinjani sudah biasa menghadapi cuaca demikian pada awal tahun. "Kalau tidak akhir Januari, awal Februari," katanya.

Ia menuturkan biasanya hujan deras disertai angin kencang terjadi selama beberapa hari sampai sepekan berturut-turut. Warga meyakini kalau hujan deras tidak berhenti turun tiga hari tiga malam, maka kondisi yang demikian akan berlangsung tujuh hari tujuh malam dan kalau setelah tujuh hari tidak berhenti juga maka akan berlangsung sampai sembilan hari sembilan malam.


"Itu sudah menjadi hitungan penanggalan bagi warga daerah kami, yang berdasarkan cerita dari para orang tua dahulu," katanya.

Berdasarkan perkiraan itu, menurut dia, warga biasanya sudah mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem. "Seperti menyiapkan logistik selama tidak beraktivitas di luar rumah," katanya.

Namun dia khawatir banjir bandang datang kalau hujan tak juga berhenti. Sementara wilayah Mataram dan sekitarnya sampai sekarang hanya sesekali menghadapi hujan deras yang disertai angin kencang.

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena, potensi terjadinya selama satu pekan mulai dari tanggal 23 sampai 29 Januari 2019.

"Diimbau kepada seluruh masyarakat Kota Mataram agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti terjadinya genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalanan licin, dan gelombang tinggi untuk penyeberangan," katanya.

BMKG memprakirakan sebagian wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat, sepanjang 23-29 Januari 2019 berpeluang menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Hujan dimulai pada pagi hingga malam hari.

Selama kurun itu, menurut BMKG, warga wilayah pesisir pantai mesti mewaspadai gelombang. Karena tingginya antara empat hingga enam meter. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED