Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Jan 2019 14:43 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cakep! Mendaki Rinjani Lewat Jalur Aik Berik

Gilang Negara
d'travelers
Foto 1 dari 5
Jalur Pendakian Aik Berik
Jalur Pendakian Aik Berik
detikTravel Community - Pendakian Gunung Rinjani bisa traveler lakukan lewat jalur Aik Berik. Pemandangannya cakep dan bikin terpana. Sudah pernah?

Sejak terjadinya gempa besar bulan Agustus 2018 yang lalu, Pendakian Gunung Rinjani ditutup total karena rusaknya jalur pendakian. Tetapi pada Pertengahan November 2018, pihak Taman Nasional kembali membuka jalur pendakian.

Jalur yang dibuka adalah jalur pendakian melalui Desa Aik Berik. Jalur ini berada di sebelah Selatan Gunung Rinjani dan berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah. Pos pendaftaran berada di Jalan Raya Desa Aik Berik dan berdekatan dengan tempat wisata Air Terjun BenangKelambu dan Air Terjun Benang Stokel.

Kita wajib mendaftarkan diri demi alasan keselamatan dan pendataan bagi para pendaki. Pihak Taman Nasional juga sudah berusaha membuat aplikasi pendaftaran yang bisa diunduh di telepon genggam. Aplikasi tersebut bernama e-rinjani yang baru ada pada sistem android.

Jalur pendakian ini tidak bisa mencapai puncak Gunung Rinjani. Pendakian hanya bisa sampai Plawangan Aik Berik saja. Tempat berupa tepian kawah yang bisa digunakan sebagai tempat berkemah. Tinggi Plawangan ini sekitar 2.500m di atas permukaan laut. Kita bisa menikmati pemandangan sekeliling kawah, tepian danau Segara Anak, Gunung Baru Jari, dan Puncak Rinjani.

Jalur pendakian Rinjani yang umumnya digunakan yaitu melalui Jalur Sembalun dan Jalur Senaru belum bisa digunakan. Jalur tersebut masih rusak parah karena gempa besar lalu. Konon katanya, ada beberapa bagian jalur yang terputus dan titik-titik mata airnya juga hilang.   

Jalur pendakian Aik Berik berada di dalam hutan hujan tropis. Bukan melalui kawasan savana seperti jalur Sembalun. Berada di dalam hutan membuat jalur ini teduh, tidak panas, dan lebih terlindungi dari hujan deras.

Jalur ini menjadi licin pada musim hujan. Karena tanah banyak tertutupi sisa daun dan humus. Pada ketinggian sampai 1.500m, banyak juga binatang pacet dan lintah. Sebaiknya kita menggunakan sepatu, kaos kali, legging, dan/ataupun celana panjang untuk kenyamanan kita.

Selama perjalanan kemarin mendaki, ada 3-5 pacet yang menempel di sepatu dan celana saya. Untungnya belum sampai menyedot darah. Tetapi kaki teman-teman lain yang tidak menggunakan pelindung kaki, banyak pacet yang menempel dan menghisap darah, meski luka yang ditimbulkan kecil dan tidak sakit.

Banyak aliran sungai dan mata air yang kita lalui. Jadi kita tidak perlu membawa air bersih untuk keperluan memasak dari bawah. Kita bisa membawa jeriken kosong untuk nanti diisi air. Pada bagian jalur yang lebih tinggi, banyak juga aliran sungai yang lebih bersih. Jadi kebutuhan air untuk minum selalu tersedia.    

Jalur ini terdiri dari 4 pos dan 1 plawangan (crater rim). Biaya pendaftaran pendakian adalah 12.500 idr/orang. Pihak taman nasional memberikan kantong sampah yang bjsa digunakan ulang untuk mengumpulkan sampah yang kita gunakan selama berada di gunung.

Dari pos pendaftaran, kita bisa menggunakan ojek sampai pintu hutan. Lumayan menghemat waktu dan tenaga. Jarak naik ojek tersebut bisa mencapai 4-5 km. Ojek tersebut seharga 80.000 idr pergi-pulang.

Total jarak tempuh jalur pendakian Aik Berik ini sekitar 38 km pergi-pulang. Berikut detail perjalanan kemarin.

Pintu masuk hutan - Pos 1 ditempuh selama 2 jam.

Di jalur ini kita akan menempuh perjalanan di dalam hutan tropis. Ada bagian jalur yang ditumbuhi semak belukar. Pada pertengahan jalan, terdapat sungai besar dengan air cukup jernih.

Kita bisa beristirahat sebentar di Pos 1 dengan kondisi pos yang masih baik. Hati-hati dengan serangan lintah dan pacet selama di perjalanan. Di Pos 1 pun pacet sampai naik ke lantai pos. Kita bisa bermalam di Pos 1 karena ada aliran sungai meski kecil.

Pos 1 - Persimpangan Pos 2 ditempuh selama 1 jam.

Jalur di antara dua pos ini kondisinya masih turun-naik. Kelandaian jalur sekitar 5-20 derajat. Pacet dan lintah juga masih banyak menempel di kaki pendaki. Sebelum pos 2 terdapat persimpangan menuju Pos-3. Kalau kita ingin beristirahat di Pos-2, terdapat mata air yang bisa digunakan untuk memasak.

Persimpangan Pos 2 - Pos 3 ditempuh selama 3 jam.

Sebagai informasi, jalur di antara dua pos ini cukup berat. Ada Tanjakan Pakis yang sangat panjang dan tinggi. Tanjakan tersebut penuh dengan pohon pakis di kiri dan kanan. Saranku, coba tetap berjalan stabil dan pelan dengan langkah-langkah kecil. Jalur setelah tanjakan pakis ini kembali naik-turun. Kondisi jalan setelah tanjakan pakis terdapat jalan di sisi jurang.

Kita harus lebih berhati-hati agar tidak terpeleset dan menginjak lumut yang rimbun. Terdapat tempat berkemah dengan mata air sebelum pos 3. Tetapi sebaiknya kita melanjutkan sampai pos 3. Pada pendakian kemarin, kami mencapai Pos 3 pada pukul 15.30 sore karena bermacam kendala yang terjadi. Kami memutuskan berhenti untuk makan siang sekaligus makan sore. Akhirnya kami bermalam di pos ini karena kondisi sore itu hujan.

Pos 3 - Pos 4 ditempuh selama 4 jam.

Sebagai informasi, jalur di antara dua pos ini semakin berat. Menurut perhitunganku, ada setidaknya 10 bukit yang harus kita lalui dengan jalur naik-turun. Pada beberapa bagian, jalan setapak berada di tepi jurang tanpa pembatas pengaman. Kita harus waspada dan lebih hati-hati apabila memutuskan untuk bermalam di Pos-4.

Dengan waktu pendakian pagi hari saja, hampir dipastikan kita menempuh jalur ini pada sore hari dengan kondisi fisik yang sudah menurun. Beberapa tanjakan cukup curam dan melelahkan.Sebaiknya tidak melanjutkan pendakian setelah matahari terbenam karena kondisi jalan tersebut.

Kita akan melalui 2-3 sungai pada jalur ini. Jadi tidak perlu membawa air dari Pos-3. Air tersebut juga dapat dipakai minum. Pos-4 adalah pos terbaik untuk bermalam menurut pengamatan saya. Area untuk mendirikan tenda cukup luas dan relatif datar. Selain, kita bisa mengejar matahari terbit di Plawangan Aik Berik pada Subuh keesokan harinya.

Pos 4 - Plawangan Aik Berik ditempuh selama 1 jam 10 menit.

Idealnya, kita bisa menuju Plawangan Aik Berik dari Pos 4 pada pukul 4.30 pagi. Kita bisa melihat matahari terbit/sunrisedi sana. Kita akan menempuh jalur yang lebih manusiawi dan terbuka arena sudah mencapai batas vegetasi di ketinggian. Apabila kita senang menikmati savana, jalur ini adalah ttempat ideal dan menyejukkan mata. Kita akan melewati dua bukit yang turun-naik dengan sungai kecil di lembahnya.

Plawangan Aik Berik.

Sampailah di titik tempat menikmati pemandangan Gunung Rinjani dengan kawah Danau Segara Anak dan Puncak Anjani. Kita juga bisa bermalam di area Plawangan ini karena kondisi tanah datar yang cukup luas. Tempat ideal untuk menikmati area Puncak gunung Rinjani pada malam hari karena kita bisa melihat langit terbuka.  

Gunung Rinjani sudah kembali dibuka walaupun dengan jalur yang berbeda. Mari kita kunjungi Rinjani dan Lombok bersama-sama. Sambil berdoa agar jalur utama melalui Desa Sembalun dan Desa Senaru segera pulih. Siapkan perbekalan dan peralatanmu kalau mendaki di musim hujan seperti sekarang ya. Karena Jalur Aik Berik ini cukup panjang dan melelahkan. Happy Hiking!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED