Meski masuk dalam keluarga Garuda Indonesia, Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Adriaan Saul kembali menegaskan, bahwa kabar Garuda Indonesia mengakuisisi Sriwijaya Air Group itu tidak benar. Yang benar, manajemen Garuda Indonesia membantu operasional Sriwijaya Air agar keluar dari krisis.
"Saya mau memberitahukan, saat ini mengenai berita Garuda Indonesia mengakuisisi Sriwijaya adalah itu tidak benar. Tapi Garuda Indonesia manajemen membantu Sriwijaya untuk keluar dari krisis perusahaan itu sendiri agar bisa turn around, itu yang benar," ungkap Joseph di acara Gala Dinner dan Grand Launching AirFi Indonesia di East Java Ballroom, Hotel Westin Jakarta, Rabu (30/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Sriwijaya Air Resmi Luncurkan In-flight Entertainment Baru
Dengan layanan ini, traveler bisa menikmati konten hiburan dari film, musik, games, bahkan chatting dengan penumpang lain lewat gadget masing-masing. Tak hanya itu, soal layanan lainnya misalnya kebersihan, Sriwijaya Air harus terus memperhatikannya.
"Sriwijaya Air ini kan sudah jadi the member of Garuda Indonesia Group. Saya diwanti-wanti oleh Pak Ari Ashkara (Dirut Garuda Indonesia -red), kalau sudah pasang logo Garuda, kita harus paling tidak pesawatnya harus bersih, WC-nya harus wangi. Tidak hanya kita pasang logo Garuda, tapi kita akan mengikuti semua apa yang dilakukan Garuda Indonesia," imbuh Joseph.
Sriwijaya Air Group memang menyasar pasar medium service yang selama ini belum ada yang terjun ke sana. Sriwijaya Air akan jadi solusi bagi traveler yang mau terbang dengan layanan prima, tapi harga yang terjangkau.
"Kita memang di medium service, jadi Garuda tidak perlu menurunkan harga, Citilink juga tidak perlu menaikkan harga. Yang akan terjadi adalah kita tidak akan mendrag down Garuda ke bawah, tapi kita akan menaikkan Sriwijaya Air ke atas. Targetnya Sriwijaya ke depan akan menjadi Skytrax bintang 4," tutup Joseph.
(wsw/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama