Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Feb 2019 13:25 WIB

TRAVEL NEWS

Pemerintah Mengebut Pembangunan 4 Destinasi Super Prioritas

Afif Farhan
detikTravel
Danau Toba yang indah (Ivonesuryani/dtraveler)
Danau Toba yang indah (Ivonesuryani/d'traveler)
Jakarta - Dari 10 Bali Baru alias destinasi prioritas, ada 4 yang akan dikebut pembangunannya. Sebab pariwisata, dinilai akan jadi penghasil devisa terbesar.

4 Destinasi yang disebut 'super prioritas' itu yakni Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Danau Toba. Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) dalam Rapat Pengembangan Sektor Pariwisata dengan beberapa menteri Kabinet Kerja di kantor Wakil Presiden RI, Rabu, (13/2/2019) kemarin, menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata di destinasi prioritas.

"Pengembangan sektor pariwisata ini sangat penting. Karena memiliki potensi penyumbang devisa nomor satu di Indonesia. Khususnya pengembangan untuk 4 Destinasi 'Super Prioritas'", katanya seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Kamis (14/2/2019).

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Pariwisata Bisa Jadi Devisa Terbesar

Rapat tersebut dihadiri oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kominfo Rudiantara, Menteri ATR/BPN Sofyan Jalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Dalam rapat itu, Wapres JK mengajak seluruh jajarannya yang hadir untuk menekankan kembali komitmennya dalam membangun sektor pariwisata. Caranya dengan berkontribusi melalui tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Saat ini devisa pariwisata sudah mencapai USD 17 miliar. Bahkan melebihi sektor-sektor lain yang selama ini menjadi unggulan," ujar JK.

(dok kementerian Pariwisata)(dok kementerian Pariwisata)


Dalam rapat tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan sektor pariwisata Indonesia tumbuh cepat dan lebih unggul daripada pertumbuhan regional dan global.

"Pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 22 persen, lebih tinggi daripada rata-rata global, yang hanya sebesar 6,4 persen," kata Arief.

Selain itu kata Arief, penerapan digitalisasi yang maksimal, membuat pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia tumbuh pesat. "Langkah digitalisasi menjadi keharusan saat ini karena 70 persen pasar wisata mencari, melihat, dan mempelajari destinasi secara online sebelum melakukan perjalanan. Melalui digital, konsumen mendapatkan layanan lebih tapi dengan biaya lebih rendah," tutupnya.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED