Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Feb 2019 13:20 WIB

TRAVEL NEWS

Tiket Pesawat Mahal, Pengunjung di Rammang-rammang Anjlok 50 Persen

Moehammad Bakrie
detikTravel
Ilustrasi turis di Rammang-rammang, Maros (Moehammad Bakrie/detikTravel)
Ilustrasi turis di Rammang-rammang, Maros (Moehammad Bakrie/detikTravel)
Maros - Tingginya harga tiket pesawat dan bagasi, berdampak pada sektor pariwisata. Seperti penurunan pengunjung di Karst Rammang-Rammang, Maros, Sulawesi Selatan.

Penurunan jumlah wisatawan itu paling banyak pada wisatawan mancanegara serta domestik di luar Sulawesi Selatan. Banyak di antara mereka yang terpaksa membatalkan penyewaan penginapan atau home stay yang telah dipesan jauh hari ke pihak pengelola.

"Dalam bulan ini saja, tidak satupun wisatawan mancanegara yang memesan home stay saya. Semuanya membatalkan dengan alasan mahalnya harga tiket dan bagasi pesawat," kata seorang penyedia home stay di Rammang-rammang, Nasrul, Selasa (19/2/2019).

Tiket Pesawat Mahal, Pengunjung di Rammang-rammang Anjlok 50 Persen(Moehammad Bakrie/detikTravel)
Januari 2018 lalu, total wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Rammang-rammang, mencapai 5.172 orang, terdiri dari 4.973 wisatawan domestik dan 199 wisatawan mancanegara. Sementara untuk Januari 2019, total wisatawan hanya sebanyak 2.376 orang.

"Kalau dibanding tahun lalu, memang sangat jauh, bahkan selisihnya sampai 50 persen. Pengunjung kita yang domestik, hampir 80 persen itu dari luar Sulsel dan menggunakan pesawat," kata ketua kelompok wisata, Iwan Dento.

Dampak menurunnya jumlah wisatawan di Rammang-rammang ini secara otomatis, menurunkan pendapatan warga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan wisata karst ini. Bahkan, kelompok sadar wisata, tak mampu membayarkan insentif anggota mereka sejak bulan Januari lalu.

"Secara ekonomi itulah yang membuat kita sangat merasakan. Mulai dari para penyewa perahu, hingga pada parkiran. Bulan lalu, kami sendiri tidak mampu membayarkan insentif anggota kelompok kami yang bekerja di sini," lanjutnya.

BACA JUGA: Si Megah Rammang-Rammang, Karst Terbesar Ketiga Dunia

Sementara dampak tingginya harga pesawat dan bagasi bagi objek wisata Bantimurung, tidak terlalu berpengaruh. Sebabnya, pengunjung di objek wisata itu didominasi wisatawan lokal dari dalam areal Sulawesi Selatan. Meski begitu, pihak dinas pariwisata setempat telah mempersiapkan langkah antisipasi.

Tiket Pesawat Mahal, Pengunjung di Rammang-rammang Anjlok 50 Persen(Moehammad Bakrie/detikTravel)
"Memang di Bantimurung itu didominasi oleh wisatawan lokal, makanya soal itu tidak terlalu berpengaruh besar pada jumlah pengunjung. Untuk mengantisipasi dampaknya, kita akan buat kalender wisata," kata Kadis Pariwisata Maros, Ferdiansyah.

Sejauh ini, pihaknya telah menggandeng sejumlah komunitas olahraga seperti lari, untuk menggagas konsep wisata olahraga. Konsep ini diyakini bisa meningkatkan minat wisata dari luar, apalagi, trend wisata olahraga tengah digandrungi.

"Kita sudah menggandeng komunitas olahraga, seperti lari yah. Ini sekarang lagi trend, makanya kita manfaatkan untuk menambah minat wisatawan luar datang ke kita. Selain itu juga kita susun kalender wisatanya," pungkasnya.


(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA