Saat detikTravel ke Gili Trawangan baru-baru ini, kondisinya sudah ramai turis mancanegara. Ada yang berjemur, snorkeling dan lainnya. Mereka menikmati Gili Trawangan seperti biasa.
Padahal di awal bulan Agustus 2018 kemarin, Gili Trawangan porak-poranda akibat gempa. Tak sedikit bangunan yang rusak, ribuan turis dari sana dievakuasi dengan kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Gili Trawangan sudah normal pariwisatanya. Hanya saja, salah seorang pelaku wisata di sana, Muflihin menyebut masih sepi kunjungan wisatawan dalam negeri.
"Wisatawan lokal masih sepi, libur Imlek saja sepi padahal biasanya ramai," katanya kepada detikTravel.
Mengapa masih sepi?
"Mungkin karena masih takut datang, masih trauma, lalu juga kabar tiket pesawat dan bagasinya mahal," jawab Muflihin.
Kunjungan turis dari Eropa masih mendominasi disusul dengan turis China dan Korea Selatan. Dia berharap, pemerintah dapat lebih mempromosikan pariwisata Lombok dan menurunkan harga tiket pesawat.
"Ya semoga tiket pesawat yang mahal itu diturunin. Promosinya juga harus dimaksimalkan," tutupnya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028