Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Feb 2019 16:17 WIB

TRAVEL NEWS

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal di Sebagian Penerbangan

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Ilustrasi pesawat (Thinkstock)
Ilustrasi pesawat (Thinkstock)
Jakarta - Penurunan harga tiket pesawat ternyata tidak merata. Sebagian rute masih memasang harga mahal yang dikeluhkan traveler.

Masalah harga tiket pesawat mahal ini belum tuntas sepenuhnya. detikTravel pun mewawancarai sejumlah traveler yang menjadi anggota komunitas d'Traveler di detikcom. Yang pertama adalah Martha Simandjuntak, traveler asal Jakarta. Menurut dia harga tiket pesawat berangsur normal.

"Kemarin sempat mantau Jakarta ke Yogya, ke Belitung, nggak (mahal) sih," kata Martha saat dihubungi detikTravel, Selasa (26/2/2019).

Menurut dia harga tiket pesawat yang full service ke Yogyakarta normalnya Rp 1 juta. Sedangkan yang medium service normalnya Rp 600 ribu. Ditambah lagi diskon dari online travel agent, harganya jadi murah.


"Iya jadi murah, tapi aslinya ya normal. Kalau dibilang mahal ya nggak. Memang segitu dari dulu harga normal ke Yogyakarta atau ke Belitung," kata dia.

Hal ini kontras dengan yang dirasakan M Catur Nugraha, pelaku usaha perjalanan wisata domestik Jelajah Sumbar. Catur mengeluhkan harga tiket pesawat yang masih mahal ke Padang.

"Nggak turun-turun, ini buat yang ke Padang ya. Tahun lalu kalau low season kayak begini, Jakarta-Padang mulai dari Rp 540 ribuan lah, Batik Rp 600-an, Garuda Rp 800-an. Sekarang Batik Rp 1,5 juta, Garuda Rp 2 juta," keluh dia.

Untuk para pelaku usaha tur, kondisi ini sangat merugikan. Di Lombok pun menurut Catur demikian. Habis terkena gempa, sekarang masalah tiket pesawat mahal. Tamu pun menjadi sepi.


"Kalau Sumbar kabar dari teman masih sedikit bernafas, karena masih ada wisatawan dari Malaysia," ujar dia.

Hal senada pun dikisahkan Zulfan Ariansyah, traveler dari Banda Aceh. Menurutnya sampai sekarang masih ada warga Banda Aceh yang terbang dulu ke Kuala Lumpur baru ke Jakarta demi tiket murah.

"Ada, Mas (yang begitu). Menurut saya kalau selaku orang Aceh asli sangat berharap agar harga tiket untuk orang Aceh harus semurah-murahnya karena menurut sejarah Aceh adalah penyumbang dana pembelian pesawat perdana bagi Indonesia," ujar Zulfan.

(fay/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA