Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Mar 2019 14:25 WIB

TRAVEL NEWS

Amerika Tolak Rumahkan Boeing 737 MAX 8

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Boeing 737 MAX 8 di pabriknya, Amerika Serikat (Stephen Brashear/Getty Images)
Ilustrasi Boeing 737 MAX 8 di pabriknya, Amerika Serikat (Stephen Brashear/Getty Images)
Washington - Tragedi Ethiopian Airlines dan Lion Air menodai citra Boeing 737 MAX 8. Namun, pihak Amerika bersikeras tak ingin merumahkan Boeing 737 MAX 8.

Peristiwa jatuhnya maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302 di dekat Addis Ababa, Ethiopia, Minggu lalu (10/3) menewaskan 157 orang termasuk 1 WNI bernama Harina Hafitz yang bekerja sebagai staf PBB di Roma.

Nama Boeing 737 MAX 8 pun kembali jadi kambing hitam, secara model pesawat itu adalah yang juga dipakai Ethiopian Airlines yang jatuh. Reaksi seputar model Boeing tersebut pun mulai bermunculan.

BACA JUGA: Grafis Detik-detik Akhir Ethiopian Airlines yang Mengkhawatirkan

Salah satu pembelaan adalah dari Federal Aviation Administration (FAA) selaku badan penerbangan federal yang berada di bawah Kementerian Transportasi AS. Dilansir detikcom dari CNN, Selasa (12/3/2019), pihak FAA menolak untuk 'merumahkan' model Boeing 737 MAX 8 setelah dua tragedi tersebut.

Dalam pernyataan FAA, alasan mereka adalah pihak penyelidik belum menemukan kesamaan masalah antara tragedi Ethiopian Airlines dan Lion Air beberapa waktu lalu. Walau diketahui, kedua pesawat tersebut jatuh tak lama setelah take off. Terlebih, umur keduanya masih terbilang baru.

"Laporan eksternal menyatakan kesamaan antara kecelakaan ini dengan Lion Air Flight 610 pada 29 Oktober 2018. Namun, penyelidikan baru saja dimulai hingga batas waktu yang tak ditentukan untuk menarik kesimpulan atau tindakan," bunyi pernyataan FAA.

Pihak FAA juga mengatakan, perihal adanya perubahan desain pada model Boeing 737 MAX 8 beberapa bulan ke depan paska jatuhnya Lion Air JT-610. Perubahan itu mencakup sistem komputer dan manual penerbangan.

Laporan terdahulu menyatakan, kalau pilot Lion Air yang jatuh mengalami kesulitan dengan sistem keamanan baru yang didesain untuk mencegah pesawat dari 'stalling.'

Serikat pekerja pilot pun berujar, kalau manual tentang sistem baru yang dikenal dengan Manoeuvring Characteristics Augmentation System atau disingkat MCAS pada model Boeing 737 MAX 8 itu tak diberitahu sebelumnya.

BACA JUGA: MCAS, Teknologi Baru yang Diduga Jadi Sumber Masalah Boeing 737 Max 8

Seperti diketahui, MCAS merupakan teknologi baru yang diterapkan pada model Boeing 737 MAX 8. Produsen pesawat Boeing juga merupakan pabrikan dari Amerika Serikat. Ada dugaan kalau MCAS menjadi sumber masalah. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED