Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Apr 2019 15:37 WIB

TRAVEL NEWS

Melihat Sisa Peralatan Perang hingga Budaya Desa Tablanusu di Papua

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Tidak akan ada habisnya mengeksplorasi pariwisata Papua. Setiap jengkal tanahnya punya kekhasan alam dan budaya, begitu juga Desa Tablanusu dengan keunggulannya yaitu wisata sejarah, religi, hingga petualangan.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Muh. Ricky Fauziyani mengatakan wisatawan bisa mengeksplorasi Desa Tablanusu lewat Festival Crossborder Skouw.

"Kami merekomendasikan untuk datang ke Desa Tablanusu saat Festival Crossborder Skouw, karena wisatawan akan mendapatkan eksotisnya alam dan budaya khas Papua yang sangat unik," ungkap Ricky dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019).

Tablanusu berasal dari Tepara dan Onusu, yang mana Tepara mengacu suku asli kawasan itu, lalu Onusu diartikan sebagai matahari terbenam (sunset). Komposisi hutan dan pantai yang eksotis, ditambah keramahan masyarakatnya, membuat Tablanusu selalu menjadi favorit wisatawan.

Tablanusu memiliki luas sekitar 230 hektare. Hampir semua wilayah desa ini ditutupi oleh batuan alam dengan ukuran kecil berwarna hitam pekat. Menariknya, bila berjalan di atasnya selalu menimbulkan suara khas. Hutan pun menjadi spot terbaik untuk dikunjungi karena terdapat banyak fauna dan flora endemik.


Menurut Ricky wisatawan bisa menikmati eksotisme beragam anggrek endemik Papua. Selain itu bisa menikmati segarnya air danau. Biotanya beragam, seperti ikan mas, mujair, hingga bandeng. Di sudut lain, wisatawan bisa menikmati eksotisnya pantai dengan air jernih dan ombak tenang, wisatawan bisa bersnorkeling dan menyelam. Ada banyak terumbu karang indah yang bisa dijumpai. Ricky menambahkan wisatawan juga bisa menginap di Desa Tablanusu.

"Desa Tablanusu terkenal dengan keindahannya. Wisatawan bahkan bisa menginap di desa ini. Mereka bisa bermalam di rumah-rumah penduduk. Melihat dari dekat keseharian masyarakat. Dengan begitu, wisatawan bisa mendapatkan banyak experience. Suasana alam dan budaya Tablanusu pun dinikmati secara utuh," lanjutnya.

Paket keindahan Desa Tablanusu semakin lengkap dengan warna wisata sejarah. Tablanusu memiliki banyak koleksi sisa-sisa Perang Dunia II. Menurut sejarah, wilayah Desa Tablanusu jadi basis pertahanan tentara sekutu. Tablanusu digunakan sebagai pusat komando untuk mengontrol wilayah Papua dan sekitarnya selama Perang Dunia II.

"Posisi Tablanusu memang sangat strategis. Wajar bila sekutu waktu itu memilih daerah tersebut sebagai basis pertahanan dan komando. Sisa-sisa keberadaan sekutu waktu itu masih bisa ditemui di Tablanusu. Pokoknya wisatawan akan diajak flash back ke masa itu," terangnya.

Selain sejarah, Desa Tablanusu juga menawarkan wisata religi. Bangunan Gerejanya tampak klasik dan terdapat prasasti berbentuk Salib. Simbol tersebut menjadi bentuk penghormatan atas masuknya Kristen ke Desa Tablanusu pada awal 1990-an.

"Warga di Tablanusu sangat religius. Mereka juga menghormati sejarahnya," tegasnya.

Eksotisnya Desa Tablanusu ditegaskan dengan budaya dan tradisi. Tablanusu memiliki ritual suci Sasi dan Tiyatiki. Sasi menjadi upacara memasukkan Suang Teko atau cabang kayu besi ke pantai. Suang Teko diletakan di spot yang banyak ikannya. Adapun ritual Tiyatiki menjadi larangan menangkap ikan dalam durasi waktu tertentu.


"Masyarakat Desa Tablanusu sangat menjaga keseimbangan alam. Ritual Sasi dan Tiyatiki menjadi bukti kepedulian mereka terhadap lingkungan. Masyarakat di sana meletakkan kayu sebagai rumpon dan lebih lanjut memberikan kesempatan biota laut untuk berkembang biak. Berikutnya, baru ditangkap secara tradisional," katanya.

Desa Tablanusu juga terkoneksi dengan beberapa pulau di sekitarnya. Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di sana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan Desa Tablanusu memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata utama di Papua.

"Desa Tablanusu sangat lengkap. Alam dan budayanya sangat luar biasa. Wisata bahari, sejarah, religi, hingga alam ada semuanya. Aksesibilitas ke sana juga mudah. Yang jelas, Desa Tablanusu ini jangan sampai terlewatkan bila datang ke Festival Crossborder Skouw 2019," ujar Arief. (prf/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED