Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Mei 2019 17:45 WIB

TRAVEL NEWS

Lawan Global Warming, China Bakal Bangun 'Kota Hutan'

Shinta Angriyana
detikTravel
Kota Liuzhou di China (Stefano Boeri Architetti)
Kota Liuzhou di China (Stefano Boeri Architetti)
Liuzhou - Isu pemanasan global dan lingkungan menjadi masalah internasional. China pun membuat solusi, yakni kota yang mirip dengan hutan.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Kamis (2/5/2019) China akan membuat 'Kota Hutan' berlokasi di bagian selatan, yakni Liuzhou, 500 km dari Guangzhou. Kota juga akan diberikan nama 'Liuzhou Forest City'.

Kota ini didesain oleh perusahaan Italia Stefano Boeri Architetti, dengan luas total mendapai 342 hektare. Nantinya, akan ada 70 bangunan yang terdiri dari kantor, rumah, rumah sakit, hotel dan berbagai fasilitas publik lainnya.

Rencana gedung (Stefano Boeri Architetti)Rencana gedung (Stefano Boeri Architetti)

Di saat negara lain melakukan pembangunan gedung-gedung bertingkat, China sudah memikirkan bagaimana caranya tetap membangun dengan membuatnya menjadi berkelanjutan. Rencananya, akan ada 40 ribu pohon yang ditanam, dan jutaan tanaman yang menghiasi bangunan.

Pihak Stefano Boeri mengatakan, pembangunan Liuzhou Forest City difungsikan untuk menyetarakan pembangunan dengan keseimbangan alam. Diharapkan, keberadaan jutaan tanaman dapat menyerap hingga 10 ribu ton karbondioksida dan 57 ton polutan per tahunnya. Tentunya, menghasilkan oksigen yang diharapkan mencapai 900 ton setiap tahunnya.

Nantinya, konsep pembangunan juga berencana untuk membuat kebun di langit. Gedung-gedung akan dihiasi tanaman, begitupun dengan berbagai fasilitas publik lainnya.

Bukan cuma untuk keberlangsungan manusia, tetapi diharapkan keberadaan Liuzhou Forest City dapat menurunkan suhu udara serta menyediakan habitat baru bagi satwa liar.

Langkah China untuk membuat kehidupan berkelanjutan memang bukan sekadar angan-angan. Buktinya, sejak 2016 lalu, pemerintah China sudah melarang pembangunan yang dianggap aneh. Dalam konteks ini, tidak memiliki karakter atau warisan budaya. Tetapi juga harus berguna bagi ekonomi, penghijauan dan estetika.

Kota direncanakan akan tertutup dengan berbagai tanaman (Stefano Boeri Architetti)Kota direncanakan akan tertutup dengan berbagai tanaman (Stefano Boeri Architetti)

Ditambah, dengan penduduk China yang semakin membludak, kota ini bisa menampung tempat tinggal baru. Rencananya, konstruksi akan dibangun mulai tahun 2020 mendatang. Pihak desainer masih melakukan perencanaan dan penelitian yang mendalam sebelum membangun Liuzhou Forest City. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Liburan Sekolah di Sea World Ancol

Selasa, 25 Jun 2019 06:50 WIB

Di Sea World Ancol, kita bisa liburan sekolah ditemani dengan aneka macam hewan laut. Bahkan kita bisa menyaksikan keseruan pemberian makan di akuarium.