Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mei 2019 19:13 WIB

TRAVEL NEWS

Paus Beluga Diduga Mata-mata Rusia Ambil Ponsel Tercebur di Laut

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: Paus Beluga (istimewa)
Foto: Paus Beluga (istimewa)
Hammerfest - Seekor paus beluga mata-mata tinggal lebih lama di perairan Norwegia. Yang bikin takjub, hewan yang sudah jinak ini bisa mengambil ponsel yang tercebur di laut.

Dihimpun detikcom dari CNN dan akun Instagram NORWAY, Senin (5/5/2019), seekor paus beluga yang diyakini pakar kelautan telah dilatih oleh militer Rusia sedang menikmati masa tinggalnya di Norwegia. Penduduk setempat pun juga menyukainya.

Kata penduduk Hammerfest, Tor Arild Guleng, ia pergi mencari paus di fjord terdekat dan terkejut dengan reaksi mamalia itu. Paus itu berenang ke arah perahu dengan kepalanya keluar dari air selama sekitar 30 detik, seolah menunggu perintah.

Bahkan, paus itu mengikuti kapalnya sampai ke Pelabuhan Hammerfest. Orang-orang pun berbondong-bondong untuk melihat ikan paus itu.

Tidak ada yang tahu dari mana paus itu berasal. Sebelumnya sekitar seminggu yang lalu, paus beluga putih ditemukan oleh nelayan di lepas pantai utara Norwegia dengan keanehan berupa pengenaan harness atau semacam pengikat badan dan ada dudukan untuk kamera. Yang jadi viral di Instagram adalah ketika paus beluga ini mengambil ponsel yang tercebur di laut.



Para ahli percaya mungkin paus beluga itu telah dilatih oleh militer Rusia. Jorgen Ree Wiig, ahli biologi kelautan di Direktorat Perikanan Norwegia, mengatakan bahwa tali pengikat itu dibuat secara khusus dan memiliki dudukan untuk kamera GoPro di setiap sisinya.

Di klip harness bertuliskan 'Equipment St Petersburg', yang memunculkan teori bahwa paus itu berasal dari Murmansk, Rusia. Dan, keberadaannya dilatih oleh Angkatan Laut Rusia.

Angkatan Laut Rusia telah diketahui melatih beluga untuk melakukan operasi militer. Mereka disuruh menjaga pangkalan angkatan laut, membantu penyelam, dan menemukan peralatan yang hilang.

Pihak berwenang Rusia belum berkomentar terkait hal ini. Martin Biuw, seorang peneliti mamalia laut di Institut Penelitian Kelautan Norwegia, setuju dengan Wiig.

"Fakta bahwa itu adalah hewan yang terlatih tidak diragukan lagi," kata dia.



Biuw menekankan bahwa pernyataan apa pun mengenai tujuan paus itu adalah murni spekulasi murni. "Kita tahu bahwa militer Rusia selama Perang Dingin melatih beluga untuk mengendus ranjau atau torpedo tua," tambah dia.

Kini, orang-orang sangat senang bermain dengan paus jinak itu, tetapi rasa sedih muncul. Alasannya, bagaimana bila paus beluga ini tidak bisa bertahan hidup di alam liar jika tidak tahu cara berburu. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA