Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 12 Mei 2019 19:34 WIB

TRAVEL NEWS

Akan Jadi Ekowisata, TN Tanjung Puting Perlu Didorong Kebijakan Baru

Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Kementerian Pariwisata, pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan lainnya, tengah membahas tentang pengembangan wisata sungai di Kalimantan Tengah. Konsep ekowisata ini masih belum tergali secara maksimal hingga menjadi destinasi wisata yang unggul.

Dalam focus group discussion (FGD) di Swiss Belhotel Danum, Palangkaraya, Jumat (10/5/) lalu, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adyani mengatakan perlunya kajian untuk membuat kebijakan baru terkait pariwisata di Taman Nasional (TN), khususnya Tanjung Puting.

Faktanya, perlu pola perjalanan dan sumber informasi terkait atraksi-atraksi destinasi wisata kepada khalayak. Tanjung Puting sendiri memerlukan kebijakan terkait jumlah kunjungan sehingga popularitas Taman Nasional terus meningkat dan tidak mengurangi pendapatan.

"Hal lain, kita juga perlu menanamkan mindset length of stay untuk ecotourism. Kemudian membuka aksesibilitas antar provinsi di Kalimantan menggunakan pesawat. Tak kalah penting, perlu sekali menyasar ranah digital untuk pemasaran atau promosi," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).


Ia mengatakan pembangunan pariwisata memang perlu peran semua pihak. Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dan bersama-sama menyiapkan serta mendukung secara optimal wisata alam tersebut.

Giri menegaskan Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Betung Kerihun dan Danau Sentarum harus mampu menjalankan perannya sebagai perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan. Beberapa poin yang perlu diperhatikan adalah rencana pengelolaan, penataan blok/zonasi, master plan, desain tapak, site plan, dan detail engineering design.

"Pengembangan produk ekowisata berbasis sungai di Kalimantan Tengah memang tidak hanya terfokus pada sungainya saja, tetapi juga ada wilayah penunjang yang harus dikelola. Salah satunya kawasan BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum," katanya.

Ia juga mengatakan sektor pariwisata dapat menjadi sektor unggulan yang dapat memberikan pemasukan negara. Perkembangannya pun semakin maju dari tahun ke tahun.

Sementara itu pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap FGD kali ini dapat lebih memperkenalkan konsep produk ekowisata berbasis sungai kepada stakeholder ekowisata.

Selain itu, para pemangku kawasan harus lebih serius untuk bersinergi dalam pengembangan ekowisata yang memiliki konsep saling terkait dan menguatkan. Sehingga konsep tersebut dapat memajukan pariwisata nasional dan berkontribusi nyata terhadap devisa negara.

"Tujuan FGD sendiri adalah untuk memperkenalkan serta mengangkat pengembangan produk ekowisata berbasis sungai di Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Lalu brainstorming guna penyelarasan pengembangan produk ekowisata berbasis sungai dengan stakeholders terkait. Kita sangat dukung pengembangan produk ekowisata sungai tersebut," katanya.


FGD tersebut turut dihadiri oleh Staff Ahli Gubernur Kalteng Yuel Tanggara, Asdep Bidang Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan, Kepala Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Betung Kerihun dan Danau Sentarum Arief Mahmud, serta Kabid Sosial, Budaya dan Pemerintahan Bappedalitbang Kalteng Tukas. (prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA