Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Mei 2019 21:15 WIB

TRAVEL NEWS

Kota di Jepang Ini Larang Turis Makan Sambil Berjalan

Shinta Angriyana
detikTravel
Ilustrasi Prefektur Kanagawa (dok. Prefektur Kanagawa)
Ilustrasi Prefektur Kanagawa (dok. Prefektur Kanagawa)
Kamakura - Jalan-jalan mencari street food, jadi salah satu aktivitas wisata menyenangkan. Tapi, di kota ini, makannya pas pulang saja ya!

Sebuah wilayah di Jepang, Kamakura, tepatnya berada di Prefektur Kanagawa akan memberlakukan peraturan bagi turis yang datang ke berbagai tempat dengan jajanan pinggir jalan untuk makan sambil berjalan. Peraturan ini mulai efektif mulai 1 April lalu.

Seperti dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (14/5/2019) kegiatan makan atau bersantap memang dianggap salah satu cara melihat tindakan orang lain di Jepang. Mereka menganggap makan merupakan sebuah hal yang harus dilakukan secara serius.

Rupanya, tindakan makan sambil berjalan ternyata dianggap tidak sopan di Jepang. Budaya di Jepang, umumnya seseorang makan sambil duduk dengan kondisi yang nyaman dan tenang.

Namun, hal lainnya yang juga jadi pertimbangan adalah banyaknya sampah yang menumpuk. Ditambah, perilaku turis yang kadang membuat orang lain resah. Seperti makanan tersenggol, saus tumpah, dan lainnya.

Nyatanya, pemberlakuan aturan ini menjadi kontradiksi. Menurut Norikazu Takahasi, ketua asosiasi pedagang di Komachi malah tidak setuju dengan aturan ini. Karena street food adalah sebuah atraksi wisata yang ditawarkan Jepang.

"Kita tidak bisa melarang tindakan makan sambil berjalan, karena ini adalah salah satu cara berwisata. Kami ingin menjadikan jalanan ini tempat di mana wisatawan dan penghuni bisa merasa nyaman," ujarnya kepada Japan Times.

BACA JUGA: Mengapa Orang Jepang Begitu Disiplin?

Sebenarnya, aturan ini pun sebenarnya hanya sebatas 'pengingat'. Lantaran aturan hanya akan dipasang di berbagai jalan. Namun apabila turis melanggar, tidak dikenakan denda atau penalti.

Aturan ini sebenarnya juga sudah berlaku di Pasar Nishiki, Kyoto. Mereka melarang orang makan sambil berjalan lantaran alasan yang sama, sampah dan dapat mengaggu satu sama lain.

Jajanan pinggir jalan atau street food menjadi salah satu atraksi wisata paling dicari di Jepang. Namun di satu sisi, makan sambil berjalan bersinggungan dengan budaya lokal, meski ternyata sebagian besarnya 'memaklumi' turis. Toh, mereka cuma sekadar jalan-jalan.

Bagaimana menurut traveler? (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED