Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Mei 2019 11:20 WIB

TRAVEL NEWS

Tradisi Waisak di Lombok, Anak-anak Basuh Kaki Orang Tuanya

Harianto Nukman
detikTravel
Basuh kaki di Lombok (Dok. Komunitas Kearifan Lokal Tebango)
Basuh kaki di Lombok (Dok. Komunitas Kearifan Lokal Tebango)
Lombok Utara - Ada kebiasaan unik yang dilakukan oleh pemuda di Tebango, Lombok Utara, NTB saat Hari Raya Waisak. Mereka memiliki acara khusus untuk menunjukkan baktinya kepada orang tua.

Acara ini rutin digelar saat perayaan Hari Ibu dan menjelang perayaan Waisak, seperti yang terjadi pada Kamis (16/5) di Tebango, Desa Pemenenang Timur, Kecamatan Pemenang. Para pemuda membawa orang tua mereka berkumpul di wihara.

Mereka menyiapkan dan menyuapkan makanan, memijit, membasuh dan mencium kaki orang tuanya sambil meminta maaf atas segala salah yang selama ini pernah dilakukan. Tradisi basuh kaki ini difasilitasi kembali sejak tahun 2011 oleh Komunitas Kearifan Lokal Tebango (K2LT).

"Pak Metawadi selaku pembina K2LT melihat ada perilaku para generasi muda di Tebango yang kurang memiliki kedekatan emosional dengan orang tua sendiri," tutur Ketua K2LT, Dammatha Samena, Minggu (19/5/2019).


"Anak-anak muda cenderung cuek dan tidak peduli dengan orang tua. Atas dasar itulah pak Metawadi mengumpulkan anak-anak muda. Setiap setahun sekali dilaksanakan saat hari ibu, dan saat hari raya besar Buddhis seperti Waisak," imbuhnya.

Kegiatan basuh kaki kedua orang tua ini dilaksanakan di halaman terbuka di Vihara Jaya Wijaya. Jumlah peserta lebih dari 100 keluarga, digelar mulai sore, sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WITa.

Tradisi Waisak di Lombok, Anak-anak Basuh Kaki Orang TuanyaFoto: (Dok. Komunitas Kearifan Lokal Tebango)

Air dalam wadah ditaburkan bunga dan diberi parfum pengharum. Kaki selain dicuci juga dipijit. Setelah usai proses tersebut. Anak-anak sujud dan mencium kaki kedua orang tuanya. Setelah itu acara makan bersama orang tua.

"Ndak wajib sih kalau menyuapi orang tua. Yang wajib itu membasuh kaki orang tua dan wajib sujud bakti serta mencium kaki orang tua," ungkap Dammatha.

Penghormatan anak kepada ibu dan bapak diperlakukan secara sama dan tidak ada pembedaan yang istimewa. Peserta yang hadir tidak dipilih.

Semua datang berdasarkan kesadaran akan baktinya kepada orang tua. Anak yang berinisiatif mengajak orang tuanya setelah tahu ada pengumuman akan ada acara bakti anak kepada orang tua.

Kegiatan ini menjadi tradisi yang bertujuan untuk mengajarkan anak-anak muda arti cinta dan bakti kepada orang-orang yang patut dihormati. Selain mendekatkan hubungan batin dan emosional anak dengan orang tua. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED