"Iya benar besok dibuka (pendakian Gunung Rinjani)," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono dalam sambungan telepon dengan detikcom, Kamis (13/6/2019).
"Kami sudah melakukan survei beberapa kali. Rambu-rambu di jalur pendakian juga sudah dipasang," imbuh dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, bagi kamu yang akan mendaki diharuskan mendaftar terlebih dahulu secara online. Jadi ada kuota yang diberlakukan tiap harinya.
"Jadi ada jalur yang rusak dan dibelokkan," jelas dia.
"Ada pula pembenahan manajemen yang sustain educating, di antaranya kini bisa beli tiket online. Kita batasi perhari 150 di Jalur Sembalun dan Senaru. Lalu di Aik Berik dan Timbanuh sebanyak 100 orang," urainya.
Kuota pendaki ini disesuaikan dengan jalur pendakiannya. Keamanan paling diutamakan dalam hal ini.
"Jumlah kuota itu disesuaikan panjang jalur dan keamanan. Kemudian peminatnya. Krena yang paling penting kemanan jalur," ujar Sudiyono.
BACA JUGA: Pesona Rinjani yang Dirindukan Para Pendaki
Sudah hampir setahun pendakian Gunung Rinjani ditutup untuk umum, yakni dari Juli 2018 ketika Lombok dilanda gempa. Pendakian esok pun hanya sampai di pelawangan masing-masing jalur, yakni tak sampai turun ke Segara Anak.
Sudiyono memprediksi tidak ada penumpukan pendaki di pembukaan perdana ini. Itu dikarenakan sistem tiket online yang baru diterapkan menggunakan batasan kuota.
"Kemungkinan (esok) belum penuh. Saya yakin Sabtu-Minggu akan lebih banyak. Nanti ada pula check in dan check out saat mendaki," jelas dia.
Bagi kamu yang ingin mendaki Gunung Rinjani diharapkan membaca SOP pendakian yang sudah tertera di proses pendaftaran online agar lebih disiplin nantinya. Secara teknis, BTNGR sudah menguji coba jalur itu beberapa kali supaya aman bagi pendaki.
Jadi, kamu berencana mendaki Gunung Rinjani dalam waktu dekat? (msl/aff)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?