Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Jun 2019 16:11 WIB

TRAVEL NEWS

Mengangkat Kuliner Martabak Sagu Papua di Festival Crossborder Skouw

Akfa Nasrulhaq
detikTravel
Foto: Kemenpar
Jayapura - Momen Festival Crossborder Skouw 2019 edisi 2 dimanfaatkan oleh Generasi Pesona Indonesra (GenPI) Papua untuk mengangkat pariwisata lokal. Mereka turut ambil bagian di event tersebut untuk mengangkat desa wisata binaan mereka bernama Desa Wisata Tablasupa.

GenPI Papua akan mengisi salah satu booth di Festival Crossborder Skouw 2019 edisi 2 yang digelar di PLBN Skouw, Jayapura, Papuam 20-22 Juni 2019.

Koordinator GenPI Papua Jerry Aronggear mengatakan GenPI selalu aktif mendukung pariwisata Bumi Cendrawasih, termasuk dalam Festival Crossborder. Sebelumnya, GenPI Papua juga terlibat di edisi pertama Festival Crossborder Keerom dan Skouw.

"GenPI Papua tetap terlibat aktif dalam edisi 2 Festival Crossborder Skouw 2019. Kami tetap mendukung festival ini secara menyeluruh. Dengan begitu, gema event semakin kuat dan pergerakan wisatawannya makin positif di sana," tutur Jerry Aronggear, dalam keterangannya, Rabu (19/6/2019).

Dalam event ini, GenPI Papua akan menampilkan beragam potensi yang dimiliki Desa Wisata Tablasupa, Depapre, Japaura.


"Kami juga akan ikut dalam bazar. Ada 2 booth yang disiapkan untuk GenPI dan SMK Pariwisata. Kami sudah siapkan stand terbaik karena GenPI juga mengangkat potensi Tablasupa. Desa ini jadi destinasi wisata yang potensial di Jayapura," katanya.

Jerry menjelaskan, GenPI Papua akan menampilkan Photo Booth, Aneka Kuliner Papua, Souvenir Papua, juga Body Painting. Terkait dengan kuliner, GenPI akan menampilkan Martabak Sagu dan Terang Bulan Sagu.

Kedua kuliner tersebut merupakan kekayaan dari Desa Wisata Tablasupa. Menurut Jerry, Tablasupa menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

"Ada banyak experience yang bisa dinikmati di Tablasupa. Contohnya, Martabak Sagu dan Terang Bulan Sagu. Kuliner tersebut sangat terkenal dan cara membuatnya pun mudah," tutur Jerry.

Di Papua, Martabak Sagu sangat populer. Gemanya bahkan kuat di Papua Nugini (PNG). Kuliner ini jadi salah satu buah tangan wajib yang dibawa wisatawan PNG bila berkunjung ke Jayapura.

Kuliner ini juga sudah menjadi bagian hidangan di hotel dan restoran di Kota Jayapura. Rasanya sangat gurih dan manis dengan taburan coklat dan keju sebagai toppingnya.


"Kehadiran GenPI Papua sangat membantu branding. Mereka aktif menyuarakan branding festival ini juga beragam potensi yang ada di daerahnya. Kehadiran Martabak Sagu dan Terang Bulan Sagu tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Sensasinya tentu lebih kuat, apalagi dinikmati di lokasi event," jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

GenPI Papua dan Desa Wisata Tablasupa akan menggelar demo memasak di lokasi Festival Crossborder Skouw. Mereka akan membagikan inspirasi cara mengolah Sagu menjadi Martabak dan Terang Bulan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, Festival Crossborder Skouw semakin menarik dengan beragam kekayaan otentik Papua. Menurutnya, kolaborasi beragam stakeholder pariwisata di perbatasan Papua harus diapresiasi.

"Punya banyak konten unik, edisi 2 Festival Crossborder Skouw pasti lebih menarik. Event ini juga semakin berwarna dengan kehadiran beragam kuliner unik. Dengan pendeknya waktu event, mulai atur perjalanan menuju Skouw. Pokoknya festival ini jangan sampai terlewatkan. Enjoy Skouw," ujar Arief. (idr/idr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA