Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Jul 2019 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Menhub: Selain Wisatanya Indah, Kuliner Labuan Bajo Juga Asik

Mega Putra Ratya
detikTravel
Foto: Dok Kemenhub
Foto: Dok Kemenhub
Jakarta - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya akan menikmati indahnya wisata alam, tapi juga wajib menikmati wisata kuliner saat malam hari. Selain tempatnya yang asik, ikan bakarnya pun sangat khas.

Seperti yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) saat mendampingi Presiden Jokowi makan malam di Pantai Labuan Bajo. Menurut Budi Karya wisata kulinernya luar biasa.

"Saya menemani Presiden makan malam di Pantai, suasananya dan kulineranya asik. Walaupun dalam bentuk warung tenda, tapi banyak bule-bule yang makan," kata Menhub di TPI Pelabuhan Bajo, Kamis (14/7/2019).


Sepanjang pinggir laut di dekat pelabuhan berjejer warung tenda yang menyediakan ikan bakar dan jenis makanan sea food. "Saya rasa ini sangat potensial, banyak bule menikmati ikan bakar khas Labuan Bajo," ungkap Menhub.

Selama kurang lebih 1 jam, rombongan Presiden menikmati suasana malam Labuan Bajo. Warga pun berkerumun melihat langsung Presiden yang tak ada jarak dengan rakyatnya. Warga juga berebut untuk berfoto dengan Presiden dan para menteri, terutama Menhub Budi.

Sebelumnya Menhub Budi mengatakan wisata Labuan Bajo akan menjadi wisata premium. Oleh karenanya beberapa infrastruktur segera digenjot. Fokus utama adalah bandara dan pelabuhan skala internasional.

"Pak Presiden apresiasi sekali dengan potensi alam yang ada di sini. Dan minta Kemenhub khususnya untuk melakukan ini dengan detail, cepat dan ini bisa menjadi wisata premium," kata Menhub.

Menhub: Selain Wisatanya Indah, Kuliner Labuan Bajo Juga AsikFoto: Dok Kemenhub

Jika arahannya seperti itu, maka bandara dan pelabuhannya harus berkualitas premium. Caranya kata Menhub dengan mengundang operator internasional agar bisa memanage dengan baik.

"Seperti pelabuhan, agar ada pemisahan antara barang dengan manusia, sehingga ini menjadi premium. Sektor pendukung lainnya seperti hotel juga harus dijaga, agar bisa berubah menjadi premium," ujarnya.

Saat ditanya terkait dengan wisata premium, Menhub mengatakan bukan memilah-milih. Manado misalnya bisa dikatakan wisata masif. Jika wisata premium targetnya tentu turis dari Bali, Singapura dan Malaysia.

"Kalau sekarang sudah Rp 100 ribu, dalam waktu tidak sampai tiga tahun kita harapkan sampai Rp 1 juta. Dan Labuan Bajo bisa menjadi lokomotif wisata premium," papar mantan Dirut AP II ini.


Di sisi lain, karena fokus menjadi wisata premium maka para operator pun harus memiliki mindset yang lebih maju. Strata pelayanan maupun keselamatan harus dipersiapkan dengan baik.

"Tentu didukung dengan SDM yang berkualitas," tegasnya.

Diketahui Kemenhub kata Budi Karya akan mengejar perbaikan Bandara dan Pelabuhan. Pertengahan tahun depan Runway sudah jadi, dan akhir tahun depan sudah bisa menambah terminal.

"Progresnya saat ini tengah finalisasi tender, dan kita akan tetapkan pada bulan oktober ini. Pengelolanya diperkirakan pertengahan tahun depan, runwaynya sudah 2.450 meter. Artinya, pesawat airbus 320 bisa landing secara penuh. Ultimate ini menjadi 3.000 meter," ungkapnya.

Simak Video "Explorer Labuan Bajo: Bakti Insan Kedokteran Gigi di Timur Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED