Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jul 2019 18:51 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Rute Istanbul-Bali, Kemenpar Optimis Capai Target 20 Juta Wisman

Akfa Nasrulhak
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Rute penerbangan baru non-stop dari Istanbul ke Denpasar, Bali dari maskapai Turkish Airlines resmi dibuka. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, optimis kehadiran Turkish Airlines bisa membantu pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara.

"Yang kita lihat adalah potensi pertumbuhan wisman Eropa. Turkish Airlines akan menjadi partner potensial. Mereka sangat penting buat Eropa. Apalagi yang kita tawarkan adalah Bali, destinasi kelas dunia yang reputasinya sangat dikenal di dunia," papar Nia, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/7/2019).

Saat pendaratan perdananya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (17/7/2019) itu, Turkish Airlines disambut tembakan water canon. Mengawali penerbangan, Turkish Airlines akan terbang sebanyak 3 kali dalam sepekan sepanjang Juli. Mereka akan terbang setiap hari mulai Agustus.

Menunjang kenyamanan, Turkish Airlines menggunakan moda Boeing 787 Dreamliners. Menggunakan nomor Flight TK 066, Turkish Airlines menyediakan 300 kursi dengan 30 kursi bisnis dan 270 lainnya ekonomi.


Menariknya, Turkish Airlines melakukan inovasi unik di rute ini. Bekerja sama dengan lego movie, Turkish Airlines membuat safety video yang sangat menghibur. Video ini sangat inovatif karena menggunakan Lego dari berbagai franchise block buster terkenal.

Seperti Lego Batman maupun Lego Jurassic World. Sehingga, bagi penumpang yang mengetahui film-film tersebut, in-flight safety video ini akan menarik beberapa menit perhatian penumpang.

Di saat bersamaan, video ini juga sangat edukatif dan tidak melewatkan esensi paling utama dari in-flight safety video, yaitu panduan keamanan selama terbang. Selain itu, tetap melakukan promosi destinasi prioritas Turkish Airlines, termasuk Bali di dalamnya.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Udara Robert Daniel Waloni, menilai hadirnya Turkish Airlines yang menghubungkan Denpasar-Istanbul sangat positif buat pariwisata Indonesia.

"Yang menjadi sasaran kita bukan hanya pasar Turki. Tapi, jauh lebih luas dari itu. Kita membidik pasar Eropa. Karena Istanbul adalah hub buat banyak negara Eropa. Dan Turkish Airlines memiliki penerbangan ke banyak negara Eropa," papar Robert.

Robert menjelaskan, Turkish Airlines menerbangi 115 kota di Eropa. Posisinya juga menjadi hub bagi berbagai negara Eropa. Di Jerman saja, Turkish Airlines terbang di 14 Airport utama di negara itu. Pergerakan wisatawan Eropa ke Indonesia sendiri sangat positif.

Target kunjungan wisatawan Eropa pada tahun 2018 sebesar 2.090.000 orang. Sementara tahun 2019, diharapkan mampu menyerap sebanyak 2.482.000 wisman, atau naik sebesar 18.7%.

Oleh karena itu, Robert menilai sambutan yang diberikan untuk Turkish Airlines tidak berlebihan. Penyambutan maskapai ini diwarnai atraksi seni dan budaya khas Bali. Ada juga jamuan makan. Pada flight perdana ini, Turkish Airlines membawa sekitar sekitar 150 penumpang VIP.


Posisi Bali sendiri cukup strategis untuk mendatangkan wisman. Buktinya, Bandara I Gusti Ngurah Rai mampu menghadirkan wisman hingga 10,09 juta orang sepanjang 2018. Jumlah tersebut naik 430.965 orang dari tahun 2017.

Performa kompetitif juga diperlihatkan Bali sepanjang 2019. Dari rentang Januari-Mei, arus wisman di Pulau Dewata mencapai 2,3 Juta. Jumlah itu memiliki slot 36,19% dari skala nasional.

Apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, aksesibilitas udara sangat penting buat pariwisata.

"Aksesibilitas udara vital. Sebab, mayoritas wisman sangat mengandalkan penerbangan. Sinergi solid untuk mendukung Turkish Airlines sangat bagus. Industri pariwisata semakin positif secara ekonomi," ujar Arief.

Arief menambahkan, rute Istanbul-Denpasar akan menjadi pasar gemuk. Poros tersebut memiliki potensi bisnis yang besar. Pasar ini akan tumbuh cepat, karena Bali adalah destinasi luar biasa dan menjadi destinasi utama wisatawan dunia. Alam, budaya, dan manmade itu yang terbaik. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga sangat bagus. (prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA