Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jul 2019 19:17 WIB

TRAVEL NEWS

Dipilih, Dipilih! Jawa Tengah Punya 229 Desa Wisata untuk Liburan

Pameran desa wisata di Semarang (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Pameran desa wisata di Semarang (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Liburan ke pedesaan patut menjadi pilihan saat traveling ke Jawa Tengah. Sudah ada 229 desa wisata dengan berbagai atraksi menarik.

Tempat wisata berupa desa wisata di Jawa Tengah ternyata ada cukup banyak dan bisa jadi alternatif destinasi yang beragam. Saat ini setidaknya sudah ada 229 desa wisata.

Jika ada Desa Ponggok, Klaten yang viral karena foto bawah airnya, maka itu hanya salah satu desa wisata menarik di Jawa Tengah. Jika ingin tahu desa lainnya yang menarik dikunjungi, maka ada Gelaran Desa Wisata yang memamerkan destinasi di 31 Kabupaten Kota se-Jateng.

Gelaran itu berlangsung hari ini Sabtu (20/7/2019) dan besok Minggu (21/7) sore di Lapangan Garnisun Kalisari, Kota Semarang. Lokasi acara ditata sarat budaya dengan ornamen bambu dan penampilan kesenian.

Dipilih, Dipilih! Jawa Tengah Punya 229 Desa Wisata untuk LiburanAneka desa wisata unjuk gigi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Stand dari masing-masing daerah pun menyajikan dekorasi khas yang menarik untuk pengunjung berfoto. Nah, di masing-masing stand pengunjung bisa mencari tahu potensi desa wisata yang ternyata cukup menarik.

Salah satunya dari Kabupaten Wonogiri yang memperkenalkan Desa Sendang. Di desa itu ada tempat unggulan bernama Puncak Joglo yang sangat indah ketika matahari terbenam. Pengunjung juga bisa mencoba paralayang.

Dari Kabupaten Wonosobo memperkenalkan Desa Wisata Anggrunggondok yang bahkan sudah menyiapkan paket wisata menarik seperti camping alang-alang (sunrise) plus mengunjungi museum tani seharga Rp 1 juta untuk 4 orang sudah termasuk alat camp dan jasa porter.

Beberapa daerah lainnya yaitu antara lain Kota Surakarta dengan Desa Wisata Laweyan, Kabupaten Magelang dengan Desa Wisata Borobudur, dan Kabupaten Boyolali dengan Desa Wisata Argakencana.

Dipilih, Dipilih! Jawa Tengah Punya 229 Desa Wisata untuk LiburanAneka paket wisata sudah disiapkan (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang membuka acara mengatakan Presiden Joko Widodo ingin Jateng mengembangkan wisata khususnya daerah Borobudur sebagai 'Bali Baru'.

"Beliau (Presiden) ingin Bali Baru, Jawa Tengah punya prioritas Borobudur. Jawa Tengah sebenarnya sudah menyiapkan Dieng, Karimunjawa, Sangiran, dan Borobudur. Borobudur dimintakan jadi tempat wisata yang 'duer'," kata Ganjar dalam sambutannya.

Ganjar menyebut desa-desa wisata di Kabupaten Kota bisa ikut mendukung pariwisata di Jateng termasuk mendukung Borobudur menjadi Bali Baru. "Desa-desa ini akan jadi pendukung," jelasnya.

Untuk mendukung bertumbuhnya desa wisata, Ganjar berjanji akan menganggarkan Rp 100 juta untuk tiap desa wisata tahun depan untuk uji coba. Jika ada yang lengkap kriteria sebagai desa wisata yang potensial, maka direncanakan ada anggaran Rp 1 miliar tiap desa. Ganjar juga menyebut saat ini sudah ada Perda soal Desa Wisata.

Dipilih, Dipilih! Jawa Tengah Punya 229 Desa Wisata untuk LiburanGubernur Jateng Ganjar Pranowo (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
"Tahun depan desa yang ada desa wisata saya kasih uang, uji coba dulu, kasih Rp 100 juta, jadi apa. Nanti saya buat ukuran yang dari kriterial, yang baik saya kasih Rp 1 miliar," ujarnya.

Di tempat Gelaran Desa Wisata, selain lokasi wisata, dipamerkan juga produk barang serta kuliner. Beberapa stand juga membuka sampel kuliner yang bisa dicoba antara lain Dawet Enteng Jodoh dari Klaten, Serabi dari Kebumen, dan berbagai macam jenis kopi dari Wonosobo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinung Nugroho Rachmadi mengatakan cara tersebut sengaja digelar untuk mempertemukan calon wisatawan, agen wisata, dan juga komunitas wisata.

"Ini kami datangkan jejaring. Kami datangkan asosiasi dan komunitas juga," kata Sinung.

Untuk diketahui Provinsi Jawa Tengah memang sedang menggenjot sektor wisata salah satunya dengan desa wisata. Ditargetkan pada 2024 akan ada 500 desa wisata.

"Sekarang ada 229 desa wisata, targetnya ada 500" tegas Sinung.

Dipilih, Dipilih! Jawa Tengah Punya 229 Desa Wisata untuk LiburanPemprov Jateng siapkan anggaran untuk desa wisata (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Tips Bangun Desa Wisata dari Ganjar

Dalam pembukaan Gelaran Desa Wisata, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengkritik soal pelayanan dan fasilitas desa wisata yang pernah ia kunjungi. Contoh hal yang dikritik yaitu soal sampah, kuliner, dan fasilitas.

"Kita mesti punya mental perilaku penyedia wisata yang baik," kata Ganjar.

Salah satu yang sempat dikritik yaitu Punthuk Setumbu di Magelang. Ia mengaku lokasinya sangat indah, namun sayangnya banyak sampah berserakan dan toilet yang bau. Sajian kuliner pun kebanyakan mi instan dan kopi instan, hal itu sangat disayangkan Ganjar.

"Puthuk Setumbu luar biasa, turis datang, tapi kamar mandi mambu (bau). Makanannya mi instan, kopi instan, sampah plastiknya berserakan. Seharusnya kopi buatan sendiri dengan atraksi membuat kopi, wisatawan bisa diajak membuat kopi. Barista bisa buat atraksi. Sambil lihat sunrise sambil minum kopi," jelas Ganjar.

Ia berharap desa wisata juga mengembangkan potensi lainnya tidak hanya lokasi. Selain itu perhatikan juga kontrol destinasi wisata agar fasilitas terjaga dan bisa melayani pengunjung dengan baik.

Dipilih, Dipilih! Jawa Tengah Punya 229 Desa Wisata untuk LiburanAda pameran makanan tradisional juga (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
"Desa wisata yang muncul bagus harus dikontrol, bagaimana melayani tamu, bagaimana harga tidak ngepruk, atraksinya bagaimana, lomba vlog, testimoni, lakukan tiap hari," jelasnya.

Atraksi, menurut Ganjar jadi elemen penting untuk menarik wisatawan. Ia berharap selalu ada konsistensi menggelar atraksi meski penonton sepi. Ganjar juga sempat menyebut sekitar Borobudur masih terbilang sepi karena jarang ada atraksi atau pertunjukan meski beberapa artis sudah konser di sana termasuk Westlife yang juga rencananya tampil di Borobudur tahun ini.

"Saya ke sana itu orang nyanyi ndak ada, sepi. Semua bagus, tapi atraksi kurang. Kita dorong ke Borobudur, Prambanan punya sendratari, kamu juga," jelasnya.

Politisi PDIP itu juga mengimbau kepada kepala desa atau pengelola desa wisata yang bingung bagaimana cara mengembangkannya agar datang dan konsultasi ke Gubernur atau Kepala Disporapar. Selain itu bisa juga datangi Universitas untuk diajak kerja sama.

"Kalau, 'Pak Gub saya tidak bisa', maka silakan usul, saya bikinkan pelatihan gratis," tegasnya.

Simak Video "Mencicip Teh Telur Favorit Ganjar Pranowo"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED