Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jul 2019 20:23 WIB

TRAVEL NEWS

Lemo dan Londa, Dua Kuburan Tebing di Toraja

Uji Sukma Medianti
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Toraja - Dalam gelaran Toraja Internasional Festival 2019 pada 19-21 Juli 2019, para pelancong berkesempatan untuk mengenal tradisi mengubur jenazah di tebing asal Toraja, Sulawesi Selatan. Tradisi tersebut menjelma menjadi atraksi budaya.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Don Kardono menyebut Toraja adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Budaya di Toraja masih sangat terjaga rapi.

"Toraja sangat kaya akan budaya. Dan telah menjadi atraksi utama di sana. Daya tariknya sangat luar biasa. Toraja sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Dan atraksi yang wajib dilihat adalah pemakaman di tebing," dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2019).

Apabila ingin melihat makam di tebing, ada dua destinasi di Toraja yang direkomendasikan untuk dikunjungi, yaitu Lemo dan Londa.

Bila berkunjung ke Lemo, kalian bisa melihat lokasi pemakaman di tebing yang sangat alamiah. Lokasinya berada di antara persawahan penduduk. Di deretan tebing itu, terpampang deretan patung. Apa makna dari ukiran patung itu?


Salah satu pembuat patung tersebut bernama Anton, warga Kampung Lemo, Toraja. Anton memiliki showroom tak jauh tebing. Di sana, ia memajang patung hasil pahatannya. Menurutnya, patung-patung yang terpasang di tebing adalah gambaran jenazah yang dikubur semasa hidup.

"Kalau dulu, bentuknya memang kasar. Tapi kalau sekarang kita buat semirip mungkin. Seperti wajah asli jenazah saat dia hidup," jelasnya.

Menurutnya, tidak semua jenazah bisa dibuat patung. Hanya bangsawan atau tokoh saja. Proses pembuatannya juga tidak sebentar. Memakan waktu hingga 2 bulan. Dari pembuatan patung sampai proses pemakaman memakan biaya hingga Rp20 juta.

"Di Toraja, seorang yang meninggal tidak langsung dikubur. Mereka mengumpulkan biaya. Karena nanti proses pemakaman harus beserta pemasangan patung," ungkapnya.

Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan budaya yang ada di Toraja sangat unik.

"Budaya Toraja sangat berbeda jika dibandingkan budaya di daerah lain. Hal ini membuat value budaya Toraja sangat tinggi," ujar Ricky.

Nah, jika kalian penasaran dengan bagian dalam tebing, kalian disarankan melanjutkan perjalanan ke Londa. Di sini, kalian akan menemui goa.


Londa adalah pemakaman keluarga dan kerabat-kerabat dalam satu keluarga. Namun, pemakaman dilakukan berdasarkan kasta. Anggota keluarga dengan kasta tertinggi akan menempati paling atas dari tebing.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan kekayaan budaya Toraja sangat luar biasa.

"Banyak wisatawan yang datang ke Toraja hanya untuk melihat kekayaan budayanya. Nilai jualnya sangat tinggi. Karena, budayanya terjaga dengan sangat baik," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan nilai budaya sangat tinggi. Karenanya, Menpar sangat mengapresiasi pelaksanaan Toraja International Festival 2019.

"Budaya itu semakin dilestarikan, semakin menghasilkan. Dan akan semakin tinggi nilainya. Hal ini dilakukan di Toraja. Pariwisata di sana sangat ditunjang pariwisata. Dan Toraja mampu melestarikan budayanya dengan sangat baik," tuturnya. (idr/idr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA