Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Agu 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Koteka Rupanya Tak Sekadar Pembungkus Alat Kelamin Pria

Foto: Koteka (Afif Farhan/detikTravel)
Jakarta - Tahukah kalian jika koteka tak hanya untuk membungkus alat kelamin kebanyakan pria Papua. Jadi, penggunaannya akan berbeda di tiap sukunya.

Misal lain yakni koteka di Pegunungan Tengah akan berbeda bentuknya dengan daerah lainnya. Pun penggunaannya.

"Koteka masing-masing suku di Pegunungan Tengah dan Mee Pago (wilayah adat Mee Pago meliputi Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intan Jaya, Paniai dan Mimika) bervariasi dan memiliki kekhasan tersendiri," kata Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, Kamis (1/8/2019).

"Bentuk dan ukuran koteka sebenarnya hanya berdasarkan fungsi dan kegunaannya saja," imbuh dia.

BACA JUGA: Memakai Koteka, Bangga Jadi Bagian Indonesia

Fungsi koteka bagi Suku Dani hanya digunakan sebagai penutup kemaluan saja. Mereka pun hanya memiliki dua atau satu buah saja.

"Dalam budayanya koteka dimiliki oleh laki-laki pegunungan Papua hanya satu atau dua, koteka diganti ketika sudah pecah, kalau sudah pecah maka dibuat koteka baru," tegas Hari.

Fungsi koteka akan berbeda di suku ini. Mereka yang menggunakannya menunjukkan suatu keberanian dilihat dari cara memakainya dan ada paduan bahan lain.

"Koteka Suku Yali ternyata tak hanya sebagai pakaian, tetapi juga fungsi. Pakaian tradisional Suku Yali adalah perpaduan antara koteka dan lingkaran rotan yang dililitkan ke badan," tegas Hari.

"Lingkaran rotan di perut dan badan, juga menunjukkan tingkat keberanian seorang pria Suku Yali," tambah dia.

Koteka Rupanya Tak Sekadar Pembungkus Alat Kelamin PriaKoteka pada suku Dani (Afif Farhan/detikcom)


Rotan banyak tumbuh di luar daerah Yali. Ada kegunaan lain dari pakaian tradisional Suku Yali ini, yaitu untuk membuat api.

"Pria Suku Yali membuat api dengan sebuah tali rotan yang digesek-gesekan pada rumput kering atau dahan kering sebagai korek api," kata Hari.

Lebih lanjut, berkaitan dengan koteka di Papua, perlu penelitian yang mendalam serta pendokumentasian yang lengkap. Beragam metode pendokumentasian harus dilakukan sebelum pakaian ini benar-benar punah.

"Penggunaan koteka dalam festival budaya maupun pada hari besar nasional dapat menjadi cara untuk melestarikan koteka," jelas dia.

BACA JUGA: Bagi Orang Papua, Sejak Umur Berapa Mereka Pakai Koteka?

Terakhir, fungsi lain koteka oleh masyarakat Pegunungan Tengah Papua digunakan untuk menyimpan uang. Caranya, melapisi bagian kelamin dengan daun kemudian sisa ruang di dalam koteka dipakai untuk menyimpan uang.

Simak Video "Labu, Bahan Dasar Pembuatan Koteka, Wamena"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA