Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Sep 2019 14:45 WIB

TRAVEL NEWS

Terkait RKUHP, Bali Gercep agar Turis Asing Tidak Kabur

Aditya Mardiastuti
detikTravel

Halaman 1 dari 2

Foto: Pemandangan pantai di Bali (andi/detikcom)
Foto: Pemandangan pantai di Bali (andi/detikcom)

Bali - Kontroversi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP/RKUHP) turut berimbas pada sektor pariwisata Bali. Begini bentuk gercep (gerak cepat) pihak-pihak terkait guna mengantisipasi turis asing membatalkan kedatangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pasal di RKUHP dianggap bisa menganggu sektor pariwisata Indonesia khususnya destinasi wisata yang ramai oleh turis asing seperti Bali. Apalagi negara tetangga Australia juga sempat menerbitkan travel advice buat warganya yang hendak melancong ke Tanah Dewata, terkait dengan pasal-pasal tersebut.

Hal ini jelas berdampak pada pengusaha pariwisata di Bali. Ada wisatawan yang sudah membatalkan rencana liburan di sana. Tetapi pihak-pihak terkait juga sudah sebisa mungkin melakukan antisipasi.




"Ada (pembatalan) awalnya, tapi setelah ada sosialisasi dari pemerintah daerah Bali mereka sudah mulai mengabaikan dan tetap datang ke Bali," kata Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana ketika dihubungi, Rabu (25/9/2019).

Agung tak menampik travel advice terkait isu RKUHP dari Australia membuat para turis ragu untuk liburan ke Indonesia. Beruntung, kesigapan pemerintah Provinsi bersama para stake holder memberikan penjelasan terkait isu ini bisa memulihkan keyakinan para turis tetap liburan ke Pulau Dewata.

"Ada, tapi recoverynya cepat. (Pembatalan dari turis) Australia, terkait isu itu aja," jawabnya.





(krs/krs)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA