Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Okt 2019 23:00 WIB

TRAVEL NEWS

Calender of Events 2020: Kado Terakhir Kemenpar untuk Arief Yahya?

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Launching 100 National Calender of Event 2020 di Kemenpar (Intan/detikcom)
Launching 100 National Calender of Event 2020 di Kemenpar (Intan/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pariwisata telah meluncurkan National Calender of Event (NCoE) 2020. Apakah ini sekaligus jadi kado perpisahan untuk Menteri Pariwisata Arief Yahya?

Tepat malam ini diluncurkan 100 NCoE 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa malam (15/10). Dalam NCoE 2020, terdapat 110 event pariwisata yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Acara ini pun dibuka dengan sambutan oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Kebudayaan RI Bidang Multi Kultural, Dra Esthy Reko Astuti. Di awal Esthy menjelaskan mengenai latar belakang dibentuknya NCoE yang diinisiasi oleh Presiden Jokowi sejak 2015 lalu.

"Presiden Jokowi menyampaikan penyelenggaraan event harus disiapkan promosinya satu tahun sebelumnya. Kemudian yang kedua, produk harus ditangani secara profesional mulai kostum, desain, dan koreografi", kata Esthy.



Untuk memenuhi kedua hal tersebut, Kemenpar menggunakan 3 kriteria dalam penilaian event untuk NCoE yaitu cultural (budaya)/creative value, communication (komunikasi) /media value, dan commercial (komersial)/economic value.

Sejumlah kurator yang terdiri dari kalangan profesional pun menjadi penilai ratusan kandidat event dari 34 provinsi. "Para kurator adalah pakar dan sangat terbuka dalam membantu penyelenggaraan events di daerah, ujar Esthy.

Lebih lanjut Esthy mengatakan, kalau promosi menjadi faktor penting dalam menjalankan NCoe yang sukses. Di akhir pidatonya, turut terbersit harapan untuk Menpar Arief Yahya di penghujung masa tugasnya di Kemenpar.

"Promosi dan produk jadi alasan, event itu yang penting promosinya menurut Menpar (Arief Yahya). Jadi mudah-mudahan bapak lanjut," tutup Esthy.

Para kurator event NCoE 2020 (Putu Intan/detikcom)

Salah satu kurator bagian cultural value yang juga budayawan, Taufik Rahzen mengungkapkan, sejumlah tantangan dalam menilai event untuk NCoE ini.

"Di antara 4 kali memilih, yang terakhir ini yang mendebarkan karena bukan masalah estetik lagi tapi politik. Buat teman-teman di daerah ini sudah jadi status peristiwa kebudayaan yang mati-matian memperjuangkan itu," ungkap Taufik.

Acara pun dilanjutkan sambutan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dalam pidato singkatnya, Arief pun sempat bernostalgia perihal ia pertama kali membuat Calender of Event di awal masa jabatannya.

"Saya bicara ke bu Esthy, saya pertama jadi Menteri dikasih kalender top 100 event Malaysia tahun 2015. Tahun 2016 belum punya, 2017 kita punya tapi saya buka rahasia belum ada tanggalnya. Tahun 2018 sudah mulai bagus, mulai pakai kurator. Tahun 2019 bagus, 2020 semakin bagus," kenang Arief.



Arief mengungkapkan harapannya, untuk pelaksanaan event dalam NCoE 2020 harus sejalan dengan kriteria 3C yang kerap digaungkannya. Akhir kata, Arief pun memberikan ucapan selamat terkait peluncuran NCoE 2020.

"Saya ucapkan selamat untuk event-event yang masuk event ini dan terutama top 10 NCoE," tutup Arief.

Acara pun ditutup dengan penampilan dari pedangdut Fitri Karlina. Tak sedikit juga para Kadispar sejumlah daerah beserta kurator, serta para pejabat Eselon I Kemenpar yang berswafoto bersama Menpar.

Simak Video "Ubud Akan Jadi Percontohan Destinasi Kuliner Kelas Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA