Dilansir dari beberapa sumber, kisah ini terjadi di pesawat United Airlines rute Los Angeles menuju Boston. Ceritanya, ada seorang penumpang yang mengenakan kaus dengan tulisan "Rope. Tree. Journalist. Some Assembly Required". Nah, ada penumpang lain yang merasa itu merupakan sebuah ancaman nyata kepada jurnalis.
Foto pria yang kausnya dianggap mengancam ini di-posting di twitter oleh Jessica Sidman, seorang jurnalis food di Majalah Washington. Dia mengatakan pria yang mengeluhkan kejadian ini adalah kakaknya. Postingan ini viral, bahkan dibagikan sampai lebih dari 5.100 kali dan mendapat 3.400 komentar.
Sidman mengatakan, kakaknya yang tidak terima dengan kaus itu lantas mengadu ke awak kabin, yang kemudian justru bertanya balik mengenai langkah apa yang seharusnya dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikutnya, ada petugas yang mendatangi kakak Sidman. Mereka berdiskusi dan membahas masalah tersebut. Kakak Sidman juga ditawarkan pindah ke penerbangan lain jika merasa tidak nyaman.
"Dia berbicara kepada petugas keamanan. Petugas keamanan mengatakan bahwa mereka tidak bisa melakukan apapun. Mereka menawarkan kakak saya untuk pindah ke penerbangan lain dan tidak melakukan tindakan apapun kepada penumpang pemakai kaus," kata Sidman.
Meskipun juru bicara maskapai tidak bersedia untuk berkomentar atas insiden tersebut, akun twitter United Airlines mereplay tweet Sidman. Mereka juga memohon kakaknya untuk segera menghubungi pihak United Airlines.
Kakak Sidman sendiri lantas mengonfirmasi bahwa maskapai memang telah menawarkannya untuk pindah penerbangan. Tapi ia merasa United harusnya bisa mengambil tindakan tegas kepada penumpang dengan kaus yang dipermasalahkannya.
"Saya telah sampaikan bahwa kaus itu bukan hanya menghina tetapi mengancam kehidupan penumpang lain," kata kakak Sidman. "Saya tidak mau United cuma menenangkan saya. Saya mau penerbangan yang saya gunakan tak menyetujui ancaman pada kelompok apapun."
Pada akhirnya penerbangan itu sendiri tetap dilanjutkan dengan kedua penumpang tersebut di dalamnya; kakak Sidman dan penumpang berkaus.










































