Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Okt 2019 14:15 WIB

TRAVEL NEWS

Calon Menteri Pariwisata Memang 'Misterius'

Tim
detikTravel
Wishnutama digadang-gadang jadi menteri pariwisata. (Andhika Prasetia/detikcom).
Wishnutama digadang-gadang jadi menteri pariwisata. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Nama calon-calon menteri Presiden Jokowi 2019-2024 masih misterius. Termasuk posisi menteri pariwisata dan apakah nama kementeriannya bakal berganti lagi.

Namun, sebelum menerka siapa calon menteri pariwisata, kita harus mengetahui lebih dulu adanya kemungkinan perubahan nomenklatur kementerian di periode kedua Jokowi. Hal itu seperti disampaikan Mantan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, Senin (21/10/2019) pagi.

"Mungkin 10 atau lebih nomenklatur baru. Yang paling terpenting itu adalah lima tahun ke depan wajah kementerian lembaga dan nomenklatur yang presiden ubah, tambah dan kurang itu jauh lebih siap, jauh lebih komprehensif, jauh lebih sempurna, berhasil dan maju di lima tahun kemarin, karena presiden telah membaca dan telah melakukan satu evaluasi menyeluruh, dimana yang lemah, di mana yang masih kurang dan di mana sudah berhasil ditingkatkan," ujarnya.

Ngabalin merinci tujuh di antaranya 10 atau lebih kementerian yang bakal berubah nama, yakni:

- Kementerian Lingkungan Hidup perubahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK);
- Kementerian Agraria Tata Ruang dan Kehutanan peleburan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan KLHK;
- Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif perubahan Badan Ekonomi Kreatif;
- Kementerian Investasi perubahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal;
- Badan Khusus Olahraga perubahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga;
- Kementerian Pendidikan Tinggi perubahan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek);
- Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan peleburan dari Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud.

Ngabalin mengatakan nomenklatur yang disebutnya itu masih dapat berubah lagi. Hal itu sepenuhnya tergantung kepada Jokowi.

BACA JUGA: Nomenklatur Kementerian Baru: Kementerian Investasi Muncul-Kemenpora Hilang

Khusus Kementerian Pariwisata, kementerian yang satu ini kerap kali bergonta-ganti nama. Sebut saja Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya lalu Kementerian Negara Kebudayaan, dan Pariwisata (Kemenegbudpar), Departemen Kebudayaan, dan Pariwisata (Depbudpar), Kementerian Kebudayaan, dan Pariwisata (Kemenbudpar), Kementerian Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan terakhir tahun 2014-2019 menjadi Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Jabatan menterinya pun tidak ada yang dua periode. Tiga nama terakhirnya adalah Arief Yahya, Mari Elka Pangestu, dan Jero Wacik.

Menteri Pariwisata Memang 'Misterius'Arief Yahya (dok Kemenpar)

Menilik ke belakang pada tahun 2014, nama kandidat menteri pariwisata saat itu pun masih amat misterius. Publik dibuat bertanya-tanya, siapa pengganti Mari Elka Pangestu?

Beberapa nama insan pelaku wisata saat itu masuk ke dalam bursa. Hingga ketika diumukan, Presiden Jokowi cukup memberikan kejutan dengan menunjuk Arief Yahya sebagai menteri pariwisata.

"Pak Arief Yahya adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia yang profesional dan mumpuni dan pemasaran, dan penerima anugerah Marketer of the Year 2013," kata Jokowi dalam perkenalan Kabinet Kerja, di Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Bisa dibilang, Arief tidak punya latar belakang soal pariwisata. Namun kala itu Jokowi menekankan, Arief adalah sosok yang mumpuni di bidang pemasaran.

"Hati-hati dengan Pak Arief Yahya, karena Anda pun bisa dipromosikan. Selain pariwisata dipromosikan, penggunaan IT dan mempromosikan dengan terobosan-terobosan," ucap Jokowi saat itu.

Saat dimintai komentarnya, Arief mengatakan pemilihan dirinya memang dititikberatkan karena keahlian di bidang pemasaran yang dimilikinya. Dia pun mengaku siap untuk bekerja.

"Marketing merupakan terobosan baru. Kemudian kita akan meningkatkan lewat digital. Kita akan tetap menggunakan conventional marketing, namun ditambah menggunakan terobosan digital. Itulah mengapa di pariwisata yang paling penting pembangunan infrastruktur," katanya di awal penunjukan.

BACA JUGA: Pariwisata Masuk Fokus Jokowi di Periode Kedua

Kini pada periode kedua Presiden Jokowi, nama menteri pariwisata juga masih 'misterius'. Beberapa tokoh sudah datang ke Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Jokowi, pada pagi hari ini, Senin (21/10/2019).

Nama Wishnutama paling tidak sudah mencuat ke permukaan dan disebut-sebut bakal mengisi jabatan menteri pariwisata. Track record Wishnutama dalam bidang kreatif (termasuk pengalamannya di industri televisi), disebut mampu mengemas dan memoles pariwisata serta sektor-sektor kreatifnya.

Menteri Pariwisata Memang 'Misterius'Wishnutama saat datang ke Istana Negara (Antara Foto/Wahyu Putro A)

"Saya datang ke sini diminta presiden bantu beliau. Saya tidak bercita-cita jadi menteri tapi ini untuk kebaikan bangsa, saya bersedia," ujar Wishnutama usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

"Kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia sehingga mampu bersaing di dunia Internasional, lalu soal meningkatkan devisa," lanjutnya.

BACA JUGA: Wishnutama: Saya Bersedia Jadi Menteri untuk Tingkatkan Kreativitas di RI

Namun benarkah memang Wishnutama orangnya? Sampai kini masih belum ada jawabannya, sampai Rabu (23/10) nanti rencananya akan diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi.

Menariknya lagi, nama Kementerian Pariwisata diduga kuat bakal berubah lagi. Kalau pagi tadi Ngabalin mengungkap adanya kemungkinan jadi "Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, peleburan dari Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud", belakangan nama Wishnutama malah diprediksi menempati posisi "Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif" -- mengindikasikan perubahan nama menjadi kemenparekraf, sebagaimana yang dulu juga pernah diusung kementerian ini.






Simak Video "Wishnutama Jamin Tak Mengecilkan Bekraf di Kementeriannya"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA