Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Nov 2019 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Penumpang Kereta Dapat Kursi 'Mini', Ini Respons KAI

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Stasiun Senen (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Ilustrasi Stasiun Senen (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Seorang penumpang kereta curhat karena mengaku dapat kursi mini, praktis tanpa ruang kaki. Apa kata pihak PT KAI?

Sebelumnya, seorang penumpang kereta bernama Elisabeth Glory mengeluhkan bangku yang ia dapat saat bepergian dengan kereta di akun Twitternya. Ory serta rekannya yang duduk di bangku kelas bisnis 16A dan 16B mendapati bangku tanpa ruang kaki serta colokan yang sedianya ada.

"Ada yang bisa menjelaskan padaku kenapa pihak @keretaapikita menjual bangku itu dengan harga yang sama? Tanpa ruang kaki, tanpa colokan dan yang paling penting tiada transparansi dan informasi untuk konsumen yang membelinya di awal?" cuit Ory.

Ini Respon KAI Terkait Keluhan Bangku 'Mini'Foto: (@ElisabethGlory/Twitter)

Mendengar keluhan Ory tersebut, pihak PT KAI yang diwakili oleh Eva Chairunisa, Senior Manager Humas Daop 1 KAI, langsung memberikan tanggapan saat dihubungi oleh detikcom, Rabu (13/11/2019).

"Terkait kondisi ruang gerak yang disampaikan pengguna terlalu kecil juga sudah menjadi evaluasi kami karena kereta tersebut merupakan kereta dengan desain lama. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami penumpang tersebut," ujar Eva.




Saat ini pihaknya terus merevisi keretanya satu per satu dengan desain yang baru. Hanya karena kebutuhan untuk memenuhi permintaan, sejumlah kereta lama masih dioperasikan. Contohnya seperti kereta Gumarang yang melayani rute Senen - Semarang, yang dinaiki Ory.

"Secara bertahap PT KAI telah melakukan peremajaan kereta-kereta dengan desain yang lebih baik dan saat ini sudah dioperasikan untuk seluruh relasi," ujar Eva.

Ini Respon KAI Terkait Keluhan Bangku 'Mini'(Rifkianto Nugroho/detikcom)

Terkait dengan tiadanya colokan atau stop kontak di bangku tersebut, Eva menjelaskan bahwa pihak KAI memang tidak menyertakan daftar fasilitas di tiket. Kebetulan, desain lama pada kereta tersebut memang sedikit berbeda.

"Dapat kami sampaikan fasilitas untuk power supply tersedia pada seluruh area tempat duduk di semua kelas, tapi memang karena kereta tersebut merupakan kereta dengan desain lama, hanya pada seat 16B dan 16A saja yang tidak terdapat power supply secara langsung di area kursi dengan posisi menghadap tembok langsung. Untuk seat lainnya pada kereta tersebut tersedia power supply," ujar Eva.

Lantas bagaimana dengan penumpang lain yang mungkin mendapat nasib serupa seperti Ory dan rekannya? Soal itu, Eva pun menyarankan agar penumpang memberitahu pihak petugas atau kondektur kereta pada saat itu juga.




"Seluruh petugas yang ada di dalam kereta sangat terbuka untuk membantu kebutuhan para pengguna, sehingga jika memerlukan informasi atau bantuan para pengguna dapat secara proaktif bertanya ke petugas bisa menyampaikan secara langsung atau menghubungi nomor HP Kondektur yg tertera di dinding kereta," ujar Eva.

Lebih lanjut, pihak petugas atau kondektur kereta yang saat itu bertugas dapat membantu pihak pengunjung. Tentunya mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.




"Kalau misalnya masih ada tersedia seat lain bisa saja," tutup Eva.

Selain dapat lebih proaktif di kereta, traveler pun disarankan untuk membeli tiket dari jauh-jauh hari demi mengantisipasi. Sekiranya hal ini dapat jadi masukan untuk semua pihak terkait.




Simak Video "Kompor Meledak di Kereta, 74 Penumpang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA