Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Des 2019 19:20 WIB

TRAVEL NEWS

Aturan Baru Naik Skuter Listrik di Singapura

Putu Intan
detikTravel
Ilustrasi skuter listrik di Singapura (CNN)
Singapura - Aturan baru penggunaan skuter listrik di Singapura kini mewajibkan penggunanya lulus ujian teori dan berusia minimal 16 tahun.

Setelah sebelumnya sempat dilarang berkendara di trotoar, saat ini pengendara skuter listrik harus memenuhi sejumlah syarat yaitu berusia minimal 16 tahun dan berkendara di jalur yang telah ditentukan. Bagi pengguna yang berusia di bawah 16 tahun, wajib didampingi oleh orang dewasa.

Selain itu, sebelum berkendara, pengguna harus lulus ujian teori. Syarat yang sama juga berlaku untuk pengendara sepeda listrik sebelum mereka berkendara di jalur khusus atau di jalan raya.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (5/12/2019), pemerintah Singapura telah menerima semua rekomendasi yang diajukan oleh panel yang mempelajari penggunaan skuter listrik tersebut. Akan tetapi belum ada keputusan mulai kapan aturan ini akan diberlakukan.

Aturan Baru Naik Skuter Listrik di Singapura(Foto: Roslan RAHMAN / AFP)
Pemerintah Singapura melarang penggunaan skuter listrik di trotoar pada awal November lalu. Bagi yang melanggar akan dikenakan denda sebesar SGD 2.000 (Rp 20,6 juta) atau hukuman penjara hingga bulan. Pelarangan ini dilakukan menyusul adanya peningkatan jumlah kecelakaan yang disebabkan skuter listrik, termasuk tabrakan yang menewaskan satu orang pada September silam.

Sekitar seminggu setelah pelarangan dilakukan, pemerintah bahkan membuat program S$ 7 juta untuk mendorong pengirim makanan yang sebelumnya menggunakan skuter listrik mengganti kendaraan itu dengan kendaraan lainnya.


Selain itu pemerintah juga mewajibkan pengguna skuter listrik memiliki asuransi. Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna sepeda, sepeda listrik, kursi roda listrik, dan kendaraan sejenisnya.

Pemerintah juga mengatur agar semua pengguna kendaraan ini tidak mengoperasikan ponsel selama mereka berkendara, kecuali jika ponsel itu dipasang di kendaraan atau digunakan dengan cara bebas genggam.

Aturan saat ini tentang penggunaan kendaraan juga akan diperluas untuk memasukkan panduan yang memprioritaskan pejalan kaki agar tetap berjalan di atas trotoar di sebelah kiri dan agar pengguna tetap waspada dalam berkendara.

Aturan Baru Naik Skuter Listrik di SingapuraFoto: DW (News)
Sebelum aturan terbaru ini diputuskan, terjadi sejumlah diskusi antara pemerintah melalui Kementerian Transportasi dengan Active Mobility Advisory Panel. Rekomendasi terbaru diajukan pada September lalu antara panel dengan Menteri Transportasi, Khaw Boon Wan dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan untuk pengguna trotoar di Singapura.

Usulan lain dari panel yang dibentuk 2015 lalu adalah mewajibkan skuter listrik untuk didaftarkan dan menurunkan batas kecepatan kendaraan saat digunakan di trotoar. Usulan ini diterima dan dilaksanakan pemerintah.


Dalam sebuah postingan di Facebook, Menteri Senior Negara untuk Transportasi, Lam Pin Min mengatakan, "rekomendasi ini sulit tapi seimbang".

Ia juga mengatakan, "lanskap mobilitas aktif telah mengalami banyak perubahan baru-baru ini, dalam upaya berkelanjutan kami untuk membuat jalur publik lebih aman."

Lam Pin Min juga menegaskan pemerintah akan bekerjasama dengan panel untuk mengimplementasikan rekomendasi ini.

Simak Video "Singapura Mulai Longgarkan Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA