Toyama Prison, demikian nama penjara tersebut. Loksinya ada di Kota Toyama, Jepang. Di dalamnya terdapat narapidana dewasa sampai lansia.
Melihat ini Toyama Prison memulai program baru yang ditargetkan untuk napi lansia dan berkebutuhan khusus sampai penyakit psikologis. Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Jumat, (20/12/2019), program ini adalah rehabilitasi hewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjara ini memulai program pada bulan November. Para lansia yang berumur 65 ke atas berkumpul di satu ruangan. Ada 18 napi yang ikut dalam program ini. Mereka berusia lanjut, berkebutuhan khusus, dan memiliki cacat fisik.
Tiap lansia diminta untuk berinteraksi dengan marmut, kelinci, dan tikus. Mereka memberi makan, melihat bayi tikus, sampai mendengarkan detak jantung hewan-hewan tersebut.
Sambil memegang hewan-hewan tersebut, para napi akan tampak lebih rileks. Marmut dan kelinci diletakkan di pangkuan sambil dielus-elus. Para sipir merasakan perbedaan napi lansia yang mengikuti program ini. Para napi dinilai lebih menghargai hidup dan mulai berharap untuk bebas.
Tujuan dari program rehabilitasi ini memang untuk itu. Setelah punya semangat hidup, para napi diharapkan untuk keluar dan memulai hidup baru sehingga mengurangi angka residivisme di Jepang. Residivisme adalah aksi mantan napi yang kembali lagi ke penjara karena melakukan kejahatan yang sama.
Jepang sendiri sebenarnya sudah mengalami penurunan narapidana harian. Tapi hampir 30 dari mereka akan kembali ke penjara dalam waktu dua tahun alias jadi residivis.
Terapi ini juga diharapkan akan membantu para napi untuk memiliki keterampilan sosial. Semangat dan kepercayaan diri yang kembali bersinar dipercaya membawa perubahan saat napi kembali ke masyarakat.
(bnl/krs)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru