Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 31 Des 2019 17:10 WIB

TRAVEL NEWS

Preman Digulung, Wisatawan Geopark Ciletuh Inginkan Aksi Preventif

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Ilustrasi Geopark Ciletuh Palabuhanratu (Saepulloh/d'Traveler)
Sukabumi - Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Sukabumi mengapresiasi langkah tegas polisi menggulung kawanan preman. Meski demikian, ada yang berharap pembinaan terlebih dulu bersama pemerintah daerah.

"Ini kan lokasi wisata, warga dan pemerintah daerah mendapat pemasukan dari kunjungan wisatawan. Kalau yang ramainya preman tentu wisatawan juga berpikir dua kali untuk datang kalau setibanya di sini malah dihantui preman," kata Dede Irvan, pengunjung asal Bogor di lokasi wisata Pantai Istana Presiden, Palabuhanratu, Senin (30/12/2019).

Menurut Dede, pemerintah daerah harusnya tidak hanya berfokus kepada penataan kawasan. Namun, pembinaan karakter warga agar tidak merugikan nama baik tempat wisata yang harusnya dijaga adalah kewajiban lainnya.


"Mereka harusnya kan ada semacam wadahnya, ada pembinaan kemudian diarahkan agar membuat nyaman yang datang. Saya yakin kok, wisatawan yang datang juga kalau sudah nyaman enggak akan sayang ngeluarin uang apalah gitu kalau memang wadahnya ada, orangnya ramah-ramah," lanjutnya.

Tomy pengunjung asal Jakarta mengapresiasi pihak kepolisian karena tegas memberantas aksi-aksi premanisme di Palabuhanratu. Karena, sebagai wisatawan harapannya aman ketika berwisata


"Meresahkan kalau ada preman, harapan kita aman, indah enggak kotor. Mereka (warga) bisa menjaga, kalau memang mau dapat rejeki dari wisatawan ya lebih baik dikelola ya ada saluran resminya. Harapan kita datang berwisata aman dan nyaman," kata Tomy.

Lain lagi dengan Audri, warga Cisaat, Sukabumi ini berharap kepolisian juga tidak sekedar menangkapi pelaku tapi lebih kepada mengajak mereka bersama-sama menjaga kawasan wisata.

"Orang lokal dan Polisi kerjasama, supaya lokasi lebih aman warga memantau dan menjaga. Kalau memang ada yang kelihatan berbuat kejahatan jelas melakukan premanisme baru tangkap sama polisi," tutur Audri.


Sebagai wisatawan Audri membayangkan ketika wisatawan harus diteror preman di lokasi wisata. "Tentu khawatir lah, jadi enggak nyaman mau wisata juga. Apalagi kalau wisatawannya bawa anak kecil, pasti meresahkan," kata dia.

"Harus diingatkan ke warga, pendapatan mereka kan dari wisatawan, menjaga privasi wisatawan supaya dibuat nyaman nah ini tugas pemerintah daerah juga tugas kepolisian juga," bebernya.




Simak Video "6 Pegawai Berhasil Selamat Usai Terjebak di Kebakaran Pabrik Kosmetik"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA