Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Feb 2020 12:36 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Candi Borobudur Nanti Hanya Mentok Sampai Lantai 8 Saja

Eko Susanto
detikTravel
MAGELANG, CENTRAL JAVA, INDONESIA - MAY 10: Tourists at Borobudur temple during celebrations for Vesak Day on May 10, 2017 in Magelang, Central Java, Indonesia. Buddhists in Indonesia celebrate Vesak at the Borobudur temple annually, which makes it the most visited tourist attraction in Indonesia. It is observed during the full moon in May or June, with the ceremony centered at three Buddhist temples by walking from Mendut to Pawon and ending at Borobudur. The stages of life of Buddhisms founder, Gautama Buddha, which are celebrated at Vesak are his birth, enlightenment to Nirvana, and his passing (Parinirvana). (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Candi Borobudur (Getty Images)
Magelang -

Balai Konservasi Borobudur (BKB), merekomendasikan pengunjung naik hanya sampai lantai ke-8. Ini untuk menjaga Candi Borobudur dari keausan.

BKB menyarankan bagi pengunjung untuk melihat stupa induk Candi Borobudur cukup dari galeri atau lantai 8 saja. "Kita akan arahkan seperti itu dan ini diharapkan, tapi mereka (pengunjung) masih bisa melihat hanya agak dari jauh. Kalau menginjak itu berarti batunya aus," kata Tri Hartono, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/2/2020).

BKB Rekomendasikan Turis Candi Borobudur Sampai Lantai 8 SajaTri Hartono, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Foto: Eko Susanto/detikcom)



Adapun dari lantai delapan tersebut, kata dia, nantinya pengunjung bisa melihat stupa yang berada di lantai sembilan maupun sepuluh. Untuk itu, jarak pandangnya nanti antara 1 meter sampai 8 meter.

"Jadi agak jauh memang. Selama ini, mereka naik ke atas (stupa induk), putar-putar baru turun lagi. Bentuknya nanti kalau sudah dilapis ini, mereka baru bisa menghayati. Ooo, ternyata stupa di lapis delapan sama stupa di lapis sembilan dan stupa di lapis sepuluh itu berbeda. Tapi kalau mereka tiba-tiba naik ke atas, mereka akan melewatkan itu," tuturnya.


"Padahal di situ ada stupa yang mempunyai terawang bentuknya lonjong. Yang kedua, di lapisan kesembilan ada stupa terawang bentuknya segi empat. Terus yang di atas, yang paling tinggi itu ternyata sudah tidak ada yang terawang lagi, sudah tertutup semuanya. Ini kan menunjukkan kestabilan seseorang.

Kalau yang masih lonjong itu berarti orang itu belum stabil, kalau kotak itu sudah stabil. Kalau sudah stabil mereka sudah tidak butuhkan apa-apa lagi sehingga mereka rapat. Lha ini kalau bisa dilihat dari lantai delapan ini kan bisa membedakan. Tapi kalau tiba-tiba hanya naik ke atas turun lagi mereka tidak ada kesan-kesan nilai-nilai dari kebajikan dari Borobudur itu sendiri," imbuhnya.


Terkait dengan acara keagamaan maupun tamu tertentu, kata dia, rekomendasi tersebut hanya sampai lantai delapan tersebut khusus bagi pengunjung umum. Jika nantinya untuk wisata tertentu maupun tamu tertentu mesti ada aturan-aturan tertentu pula.

"Nah, ini nanti kan semua untuk pengunjung umum. Jadi nanti untuk wisata-wisata tertentu atau tamu-tamu tertentu mestinya ada aturan-aturan tertentu yang harus dilaksanakan mestinya, harus izin dan lain sebagainya prinsip akan ada," kata dia.



Simak Video "Usai Erupsi Merapi, Balai Konservasi Turun Bersihkan Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA