Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Mar 2020 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

Staycation yang Diganderungi Milenial dan Gen Z

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Staycation Jadi Tren Kekinian Bagi Milennial dan Gen Z
Staycation jadi solusi liburan di tengah padatnya aktivitas (Foto: iStock)
Jakarta -

Padatnya aktivitas studi dan bekerja membuat milenial dan gen z mendambakan liburan yang praktis namun tetap menyenangkan. Staycation pun dipilih hingga jadi tren kekinian.

Kaum milenial dan generasi Z yang saat ini berada di puncak masa produktif, seringkali kesulitan mendapatkan waktu dan kesempatan untuk berlibur. Namun demi bisa menenangkan diri dan menyegarkan pikiran, mereka punya pilihan liburan yang lebih praktis yaitu dengan staycation. Hal ini disampaikan Head of Marketing-Accomodation Traveloka, Shirley Lesmana pada acara Group Interview di Kantor Traveloka, Jakarta.

"Staycation dipilih karena salah satu faktornya kehidupan urban, stressful, dikejar deadline, cuti terbatas. Nah di sini kuncinya dengan keterbatasan waktu, 'apa ya yang bisa saya lakukan untuk memanfaatkan waktu yang terbatas?' Jadi hotel ini adalah salah satu solusinya," ujarnya.

Staycation sendiri merupakan gabungan kata stay dan vacation, dimana staycation dapat diartikan sebagai berlibur di rumah atau mengunjungi area yang berada tak jauh dari lingkungan tempat tinggal. Nah, kedua generasi ini biasanya melakukan staycation di hotel atau akomodasi lainnya seperti apartemen dan vila.

"Mungkin kalau di masa lalu orang kalau punya uang misalnya habis gajian nih belanja. Nah ini sekarang yang menarik ketika orang punya uang, misalnya gajian, mereka ini memanfaatkan untuk experience, salah satunya ada kecenderungan juga hotel dipakai juga untuk staycation,"imbuh Shierly.

Menurut Shierly konsumen Traveloka saat ini sudah lebih terbuka dengan berbagai pilihan hotel. Mulai dari hotel bujet, premium, sampai prestise, semuanya punya konsumennya sendiri. Selain itu, konsumen juga punya kecenderungan memilih hotel dengan berbagai tujuan alih-alih hanya jadi tempat menginap. Hal ini menurutnya juga dipengaruhi perkembangan media sosial dan bergesernya pola konsumsi di masyarakat yang lebih mendambakan pengalaman (experience).

"Social media dan experience (pengalaman) ekonomi ini membuat selera masyarakat jadi semakin beragam. Sebelumnya persepsi hotel ini kan tempat transit, tempat menginap, fungsional lah sebenarnya."

"(Saat ini) kebutuhan konsumen akan hotel makin beragam misalnya ada yang mementingkan fasilitas-fasilitas yang bisa menunjang, misalnya quality time dengan keluarga. Ada juga yang memang mementingkan spotnya cocok nih, Instagramable buat saya. Kemudian konsumen juga cukup open (terbuka) akan option-option (pilihan-pilihan) selain hotel seperti vila dan apartemen. Dampaknya cukup positif, memberi banyak option (pilihan), konsumen makin semangat untuk staycation,"katanya.

Tak hanya dari sisi konsumen yang memperlihatkan adanya tren positif dalam pemanfaatan akomodasi, Shierly juga mengapresiasi penyedia akomodasi terutama hotel bujet yang terus berinovasi dalam menggaet konsumen.

"Kalau dari hotel budget ini nggak melulu mereka hanya menawarkan tempat tidur lah ya untuk transit. Tapi banyak sekali hotel-hotel dengan harga terjangkau, banyak pilihannya, konsepnya juga unik-unik banget mulai dari yang dibuat dari container, ada yang juga capsule hotel," Shierly menjelaskan.

Menurut Shierly, ekosistem yang seperti ini pada akhirnya dapat berdampak positif baik bagi penyedia layanan maupun konsumen.

"Pilihan pariwisata itu sebenarnya nggak harus jauh-jauh, mau jauh-dekat sebenarnya ada banyak pilihan untuk mendapatkan pengalaman baru. Dengan adanya milenial atau gen z ini sangat menarik sih terutama di era sosial media ini dampaknya bisa dibilang cukup positif,"tutupnya.



Simak Video "Saat Hotel di Bandung Siap Menampung Tamu New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA